Dosen FEB UGM Teliti Peran Lembaga Keuangan dalam Menekan Deforestasi
- 03 Agt 2026 14:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pembahasan mengenai deforestasi kerap kali hanya tertuju pada perusahaan yang melakukan pembukaan lahan secara langsung. Padahal, keputusan lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit dan investasi memiliki peran krusial dalam mendorong maupun menghambat upaya pelestarian lingkungan.
Perspektif tersebut mendasari riset disertasi doktoral dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Dewi Wulansari S E M Sc di Cardiff University. Ia resmi lulus ujian doktoral pada Juli 2026 setelah mempertahankan disertasi berjudul Exploring Sustainability and Accountability Practices and Their Role to Halt Deforestation in Indonesia’s Financial Institutions.
Dalam penelitiannya, Dewi menganalisis 296 laporan keberlanjutan lembaga keuangan di Indonesia periode 2020–2021. Ia juga mewawancarai berbagai pihak, mulai dari regulator, pelaku perbankan, investor, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan masyarakat adat.
“Sektor keuangan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung upaya pengurangan deforestasi,” katanya.
Menggunakan Dramaturgical Theory dari Erving Goffman, hasil riset Dewi menunjukkan bahwa banyak inisiatif keberlanjutan masih berorientasi pada pembentukan citra ketimbang integrasi ke dalam proses bisnis utama. Berbagai program seperti reboisasi berbasis CSR dan kebijakan ESG telah dijalankan, namun implementasinya masih didominasi kepatuhan regulasi serta kepentingan bisnis semata.
Ia berharap temuan riset ini dapat menjadi masukan bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat regulasi keuangan berkelanjutan.
“Jika inisiatif keberlanjutan dilakukan sesuai dengan core business, dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan sekadar menjalankan program reforestasi sebagai bentuk pencitraan,” ucapnya.
Usai menuntaskan studinya, Dewi berencana mempublikasikan disertasinya ke dalam tiga artikel jurnal internasional bereputasi serta memperkuat kurikulum berbasis keberlanjutan di Program Studi Akuntansi FEB UGM.
Perjalanan meraih gelar doktor di Inggris tersebut ditempuh dengan berbagai tantangan, terutama dalam menyeimbangkan peran akademisi dan keluarga. Memulai studi pada masa pandemi COVID-19 pada 2021, Dewi memboyong suami dan putranya yang kala itu masih berusia 14 bulan. Dukungan penuh dari sang suami menjadi kunci utamanya dalam menyelesaikan pendidikan dengan baik.
"Ketika suami bekerja, saya mengurus anak. Setelah beliau pulang, giliran saya fokus mengerjakan penelitian. Dukungan pasangan menjadi faktor terbesar yang membuat saya mampu menyelesaikan studi dengan baik," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....