PKM UNY Hadirkan Pembelajaran Inklusif Berbasis Budaya Yogyakarta

  • 31 Jul 2026 23:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan subprogram Prabhaswara Kriya di SLB Bhakti Kencana 1 Sleman pada 21, 22, 29, dan 30 Juli 2026. Program ini menjadi tahap inti implementasi media pembelajaran Papan Sasmita yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik dengan disabilitas intelektual melalui pendekatan yang inklusif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal Yogyakarta.

Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA dengan Ketua Lituhayu Sasikirana bersama para anggotanya Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo, di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. Sebanyak 15 peserta didik mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama guru mitra yang sebelumnya telah memperoleh pelatihan penggunaan media Papan Sasmita. Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna sekaligus memperkuat implementasi pendidikan inklusif di lingkungan sekolah.

Melalui subprogram Prabhaswara Kriya, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menggabungkan Pendidikan Khas Kejogjaan, konsep ethnoscience, dan pendekatan smart-sensoric system. Media Papan Sasmita dirancang agar peserta didik memahami konsep pembelajaran secara konkret melalui pengalaman multisensori yang sesuai dengan karakteristik anak dengan disabilitas intelektual. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong praktik langsung, eksplorasi, serta interaksi aktif selama proses belajar berlangsung.

Kegiatan pembelajaran disusun dalam empat pertemuan yang saling berkesinambungan. Pertemuan pertama mengenalkan konsep getaran, gelombang, dan bunyi melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pertemuan kedua mengajak peserta didik memainkan gamelan saron adaptif menggunakan media Papan Sasmita sebagai sarana memahami konsep bunyi sekaligus mengenal budaya lokal.

Pembelajaran Mengenal Warna dengan Flashcard AR yang dilakukan oleh Tim PKM-PM SEKAR AMARTA. (Foto: dok. Tim PKM-PM SEKAR AMARTA)

Selanjutnya, peserta didik mempelajari materi mengenal warna yang dikaitkan dengan fenomena perubahan warna di lingkungan sekitar, sebelum menutup rangkaian kegiatan dengan praktik membuat batik jumputan sebagai bentuk penerapan konsep sains sekaligus pelestarian budaya Yogyakarta.

Seluruh materi dirancang untuk mengintegrasikan konsep sains sederhana dengan budaya lokal sehingga peserta didik dapat memahami hubungan sebab-akibat melalui pengalaman langsung. Selain meningkatkan kemampuan kognitif, program ini juga menginternalisasikan nilai-nilai karakter Kejogjaan dalam setiap aktivitas pembelajaran. Pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Empat karakter Kejogjaan yang menjadi fokus penguatan dalam program ini meliputi Sawiji yang mencerminkan fokus, Greget sebagai semangat belajar, Sengguh yang menggambarkan rasa percaya diri, serta Ora Mingkuh sebagai sikap pantang menyerah. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta didik menggunakan media Papan Sasmita, sementara mahasiswa memastikan seluruh perangkat pembelajaran berjalan sesuai rancangan. Sinergi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadirkan pembelajaran yang inklusif sekaligus memperkuat implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di sekolah.

Pelaksanaan Prabhaswara Kriya juga mendapat kunjungan monitoring dan evaluasi dari Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY Prof. Dr. Komarudin, S.Pd., M.A., dosen pendamping Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd., Sekretaris Staf Ahli Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Anwar Nur Ramadhan, M.Pd., PIC PKM UNY Hendra Dewata, S.Pd., M.Eng., serta tim Student Employment Kemahasiswaan dan Alumni UNY. Dalam kesempatan tersebut, tim memaparkan perkembangan program sekaligus memperlihatkan secara langsung implementasi media Papan Sasmita di dalam kelas bersama para peserta didik.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, mengatakan bahwa Prabhaswara Kriya merupakan tahapan paling penting dalam keseluruhan rangkaian program karena menjadi momentum penerapan langsung media pembelajaran kepada peserta didik. "Papan Sasmita dirancang agar peserta didik dapat belajar melalui pengalaman yang nyata, bukan hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Kami berharap pembelajaran ini mampu membantu mereka memahami konsep sains dan budaya secara lebih mudah sekaligus menumbuhkan karakter Kejogjaan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sementara itu, dosen pendamping Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. menilai kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan sekolah menjadi faktor penting dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. "Program ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya lokal dapat dikembangkan secara inklusif dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik," ucapnya.

Subprogram Prabhaswara Kriya merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya, yakni Prabhaswara Adhikari sebagai observasi awal, Kriya Widya Nirmala berupa perakitan media bersama guru, serta Dharma Widya Adhikari melalui pelatihan implementasi media bagi guru mitra. Program selanjutnya akan memasuki tahap Pariksa Widya Suddhaya untuk melaksanakan asesmen akhir guna mengukur perkembangan karakter Kejogjaan dan kemampuan peserta didik setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Melalui kolaborasi yang telah terbangun antara tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, guru, dan SLB Bhakti Kencana 1 Sleman, program ini diharapkan menjadi inspirasi pengembangan pembelajaran inklusif berbasis budaya lokal yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....