Hatimu Lelah? Kembalilah Mendekat kepada Allah

  • 28 Jul 2026 17:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam perjalanan hidup, setiap orang tentu pernah menghadapi masa yang tidak mudah. Ada saat ketika persoalan datang silih berganti, pikiran terasa penuh, dan hati seakan kehilangan ruang untuk merasa tenang. Tidak semua kesedihan dapat diceritakan kepada orang lain. Terkadang, seseorang memilih menyimpan luka dan meneteskan air mata dalam diam.

Di tengah keadaan seperti itu, seorang Muslim memiliki tempat terbaik untuk kembali, yaitu kepada Allah. Ketika manusia memiliki keterbatasan dalam memahami apa yang kita rasakan, Allah Maha Mengetahui setiap kesulitan yang tersimpan di dalam hati. Hal ini diungkapkan Ustadz Dr Emha Hasan di Kajian Muslimah.

Menurutnya salah satu doa yang diajarkan Rasulullah adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annii.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemberian maaf, maka ampunilah aku.”

Doa tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dikenal sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar. Meski demikian, doa ini juga dapat dipanjatkan dalam berbagai keadaan sebagai bentuk pengharapan seorang hamba terhadap ampunan dan rahmat Allah.

"Ketika hati sedang diliputi kegelisahan, terkadang yang dibutuhkan bukan hanya solusi atas persoalan yang dihadapi. Ada kalanya hati memerlukan ketenangan yang lahir dari kedekatan kepada Allah, melalui doa, istighfar, ibadah, dan sikap berserah diri." ujarnya.

Memperbanyak istighfar dapat menjadi jalan untuk mengingat kembali bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Dengan memohon ampun, seorang hamba belajar merendahkan diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta menumbuhkan harapan bahwa rahmat-Nya selalu terbuka.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ketenangan memang tidak selalu berarti masalah langsung selesai. Namun, dengan mengingat Allah, seseorang dapat memperoleh kekuatan untuk menghadapi persoalan dengan hati yang lebih sabar dan pikiran yang lebih jernih.

Jika hari ini langkah terasa berat, jangan merasa bahwa semua harus dihadapi seorang diri. Jika tidak ada orang yang benar-benar memahami keadaanmu, tetaplah yakin bahwa Allah mengetahui apa yang tidak mampu kamu ungkapkan.

Allah Maha Mendengar doa yang dipanjatkan, termasuk doa yang hanya terucap di dalam hati. Allah juga mengetahui setiap kesedihan yang disembunyikan dan setiap air mata yang jatuh tanpa disaksikan siapa pun.

Teruslah mendekat kepada-Nya. Perbaiki shalat, perbanyak istighfar, dan jangan berhenti berharap. Kesulitan yang sedang dihadapi mungkin belum segera berakhir, tetapi pertolongan Allah selalu datang pada waktu yang terbaik menurut kehendak-Nya.

Karena itu, saat hati terasa lelah dan hidup seolah berjalan terlalu berat, jangan menjauh dari Allah. Jadikan setiap kesulitan sebagai pengingat untuk kembali bersujud, berdoa, dan menggantungkan harapan hanya kepada-Nya.

Sebab kepada Allah-lah hati menemukan tempat pulang, dan dari-Nya pula datang ketenangan serta kekuatan untuk melanjutkan perjalanan. (Rh)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....