Fajar Munichputranto Wisudawan Terbaik di Dua Tempat Sekaligus
- 27 Jul 2026 17:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Fajar Munichputranto meraih prestasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebab, wisudawan terbaik Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UGM itu, juga menjadi lulusan terbaik di The University of Queensland.
Prestasi tersebut ia raih, melalui program double degree di Magister Manajemen FEB UGM dan The University of Queensland. Di balik capaian itu, tersimpan kisah tentang ketekunan, kerja keras, dan usaha mendorong praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Perjalanan akademik yang dilalui Fajar tidak hanya tentang pencapaian pribadinya. Tetapi juga tentang bagaimana pengalaman tersebut membentuk karakter dan visi masa depannya, sebagai peserta beasiswa LPDP program magister ini.
”Kedua capaian ini menjadi bagian dari hidup saya yang paling berkesan,” katanya, Senin, 27 Juli 2026. ”Dari sini, saya mendapat kesempatan untuk memperoleh begitu banyak pengalaman studi, kehidupan, dan relasi dalam waktu relatif singkat.”
Menempuh studi di dua negara memberikan pengalaman belajar baru bagi Fajar. Meski FEB UGM dan UQ berada di lingkungan yang berbeda, keduanya mengajarkannya satu hal yang sama, yaitu menghargai keberagaman perspektif.
“Perbedaannya, secara umum di FEB UGM keberagaman muncul dari pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan,” katanya. ”Sedangkan dalam skala internasional seperti di UQ, keberagaman muncul dari perbedaan nilai, budaya dan konteks.”
| Baca juga: Fakultas Filsafat UGM Wisuda 30 Sarjana |
Pengalaman itu membentuk kebiasaanya untuk mengedepankan integritas, objektivitas, dan kesetaraan dalam setiap diskusi. Sehingga mampu menghasilkan ruang diskusi yang terbuka dan saling bertenggang rasa antar mahasiswa.
Selain budaya belajar, Fajar juga merasakan perbedaan dalam sistem pembelajaran di kedua universitas. Partisipasi aktif mahasiswa dan ruang diskusi dalam kelas, memiliki andil yang cukup besar dalam penilaian di FEB UGM.
”Sedangkan aspek penilaian di UQ sangat rinci dengan standar penilaian beragam di tiap mata kuliah dan dosen,” ujarnya. ”Perbedaan inilah yang membuatnya harus menerapkan strategi belajar yang berbeda.”
Di saat yang sama, Fajar juga harus menyeimbangkan perkuliahan dengan aktivitas profesional yang masih dijalaninya. Ia bertanggung jawab mengelola bisnis keluarga di bidang waste-to-energy (WtE), atau sektor yang berfokus pada pengolahan limbah organik menjadi energi terbarukan.
Sebagai Wakil Direktur PT Cipta Visi Sinar Kencana, ia terlibat dalam perencanaan dan perancangan teknis berbagai proyek yang melibatkan perusahaan multinasional. Untuk menjaga seluruh peran tersebut berjalan seimbang, Fajar mengandalkan penyusunan skala prioritas dan pemanfaatan kalender digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....