Umat Katolik Mengikuti Perayaan HUT Gereja Pugeran

  • 14 Jul 2026 09:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Umat Katolik di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran merayakan Ekaristi pada Minggu, 12 Juli 2026. Perayaan Ekaristi tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 Gereja Pugeran dengan mengusung tema “Mbudaya Gereja Sawiji lan Nguripi”.

Perayaan Ekaristi ini dipimpin secara konselebrasi oleh tujuh imam, yaitu Romo Yohanes Berchmans Heru Prakoso, S.J., Romo F.X. Sukendar, Pr., Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr. (Romo Yuyun), Romo Stevanus Arief Gunawan, Pr., Romo Antonius Invarien Alpha Andriyanto, Pr., Romo Prof. Dr. Emmanuel Prawana Dhatu Martasudjita, Pr., dan Romo F.X. Merry Christian Putra, Pr. (Romo Tian).

Sebelum perayaan Ekaristi dimulai, Romo Sukendar, Pr. memberkati nasi bungkus yang telah disediakan oleh panitia di samping Gereja Pugeran. Nasi berkat ini nantinya dibagikan kepada umat setelah seluruh rangkaian perayaan selesai.

Nuansa budaya terasa kental sebelum rombongan perarakan memasuki gereja. Prosesi diawali dengan parade pasukan prajurit tradisional khas Yogyakarta yang dikenal dengan sebutan bregada. Di belakang barisan bregada, menyusul barisan putra-putri altar (misdinar), lektor, prodiakon, serta para romo yang akan memimpin perayaan.

Tepat di depan pintu masuk Gereja HKTY Pugeran, Romo Yuyun dan Romo Tian menerima pengalungan untaian melati sebelum memasuki gedung gereja. Pengalungan melati tersebut merupakan wujud ungkapan rasa syukur segenap umat atas kehadiran imam dan gembala baru yang akan berkarya di Gereja Pugeran. Untaian melati yang masih kuncup dianalogikan akan mekar, yang melambangkan harapan agar kehadiran kedua romo baru ini dapat mengemban tanggung jawab, khususnya dalam menggembalakan kelompok-kelompok kecil umat.

Seusai perayaan Ekaristi, seluruh umat diajak berkumpul di area samping gereja untuk mengikuti pesta rakyat. Panitia telah menyiapkan panggung lengkap dengan sistem tata suara (sound system) dan pencahayaan warna-warni yang menyemarakkan suasana malam.

Acara hiburan tersebut dimeriahkan oleh penampilan tim paduan suara, serta kelompok ibu-ibu berkebaya dan kain jarik yang bernyanyi bersama sembari memainkan alat musik angklung. Penampilan dari para penari tradisional kian menambah kemeriahan suasana dengan iringan musik yang dinamis.

Semua umat tampak bersukacita sembari menyantap nasi berkat bersama. Umat yang datang dari berbagai lingkungan di wilayah Bantul dan Yogyakarta tersebut membaur menjadi satu, baik dengan duduk lesehan di atas tikar yang telah disediakan maupun berdiri di sekitar area panggung untuk menyaksikan pertunjukan.

Selaras dengan tema budaya yang diangkat, para romo di Gereja HKTY Pugeran juga tampak mengenakan busana adat Jawa lengkap, mulai dari surjan, kain jarik, hingga blangkon. Hal ini menunjukkan komitmen gereja untuk terus melestarikan (nguri-uri) budaya Jawa.

Melalui momentum ini, umat Gereja HKTY Pugeran juga secara hangat mengucapkan selamat datang kepada para romo baru yang akan mulai mengemban tugas pastoral mereka.

"Selamat datang dan selamat bekerja," ujar umat yang hadir seusai mengikuti misa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....