Makanan Tambahan Bagi Balita dan Lansia di Banyuraden

  • 12 Jul 2026 08:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kalurahan Banyuraden melaksanakan rapat koordinasi di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, pada Kamis, 9 Juli 2026. Agenda pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan lanjut usia (lansia).

Selain membahas pemenuhan gizi, dalam agenda tersebut Pemerintah Kalurahan Banyuraden juga menyerahkan sarana dan prasarana penunjang bagi kader Juru Pantau Jentik (Jumantik) Kalurahan Banyuraden. Penyerahan fasilitas ini bertujuan untuk mendukung tugas kader di lapangan serta memperkuat program pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Peran utama kader Jumantik sangat krusial, yakni mengendalikan populasi nyamuk penular Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemantauan jentik secara berkala di lingkungan permukiman warga.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, menyampaikan bahwa pemberian makanan tambahan ini merupakan langkah nyata untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan derajat kesehatan kelompok balita dan lansia.

“Balita membutuhkan asupan gizi yang seimbang untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Sementara itu, lansia memerlukan nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Sudarisman menambahkan bahwa program pemberian makanan tambahan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat di wilayahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi, menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa mendatang.

“Meningkatnya usia harapan hidup juga harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas hidup para lansia. Hal ini dapat dicapai melalui pemenuhan gizi yang baik, pemantauan kesehatan berkala, dan dukungan lingkungan yang sehat,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Welfare Keluarga (TP PKK) Banyuraden Kwintartiningsih Pospoputri, menjabarkan pentingnya integrasi antara program intervensi gizi, pencegahan penyakit menular, dan peningkatan kualitas sanitasi.

“Kesehatan balita yang terjaga, lansia yang sehat bugar, serta lingkungan yang bersih dan bebas dari jentik nyamuk akan membangun fondasi masyarakat yang sehat dan produktif,” kata Kwintartiningsih.

Pembangunan masyarakat yang inklusif harus memperhatikan kesehatan lansia secara fisik dan batin. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat ikut berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....