Anak tetap Ceria dan Sehat saat Liburan, Apa yang Harus Dilakukan?

  • 03 Jul 2026 00:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mempersiapkan liburan keluarga tentu menyenangkan mulai dari mencari waktu cuti, memilih destinasi wisata, hingga mempersiapkan apa saja yang perlu dibawa. Namun, meskipun terlihat merepotkan, liburan keluarga tentu jadi momen yang berharga dan tidak terlupakan.

Mengajak anak berlibur tentu membutuhkan persiapan karena daya tahan tubuhnya tidak sebaik orang dewasa. Hal ini untuk mengantisipasi anak sakit saat dalam perjalanan seperti yang dilansir dari www.gleneagles.com:

1. Kesiapan menghadapi situasi darurat

Momen liburan keluarga yang sudah direncanakan jauh-jauh hari bisa mendadak berubah menegangkan ketika buah hati tiba-tiba jatuh sakit. Ketenangan sikap menjadi modal utama agar bisa mengambil keputusan medis yang tepat dan cepat.

2. Mempersiapkan kotak obat andalan

Pastikan sudah mengemas obat untuk anak-anak seperti obat penurun panas, cairan hidrasi, minyak telon, serta termometer digital di dalam tas utama. Persiapan matang sangat membantu memotong waktu penanganan tanpa harus bingung mencari apotek terdekat di tengah malam.

3. Mengatasi demam dan dehidrasi pertama

Ketika anak mulai menunjukkan gejala demam tinggi, penanganan pertama yang dilakukan adalah memberikan kompres air hangat. Selain itu, pastikan asupan cairan si kecil tetap terpenuhi dengan memberikan air putih atau larutan elektrolit secara berkala agar tidak terjadi dehidrasi.

4. Menyesuaikan ulang agenda liburan

Saat kondisi fisik anak menurun, orang tua harus berlapang dada untuk mengubah atau bahkan membatalkan jadwal perjalanan yang padat. Memaksakan anak yang sedang sakit untuk tetap mengunjungi tempat wisata hanya akan memperburuk kesehatannya dan merusak suasana liburan.

5. Mencari fasilitas kesehatan terdekat

Jika gejala sakit yang dialami anak tidak kunjung membaik setelah diberikan obat standar, segera cari informasi fasilitas kesehatan terdekat. Anda bisa memanfaatkan aplikasi peta digital atau bertanya langsung kepada pihak resepsionis penginapan untuk merekomendasikan klinik atau rumah sakit tepercaya.

6. Menjaga kualitas makanan anak

Pola makan anak yang sedang sakit selama liburan juga memerlukan perhatian ekstra dari orang tua agar energinya cepat pulih. Pilihlah makanan yang bertekstur lembut, hangat, dan mudah dicerna seperti bubur ayam atau sup kaldu bening.

7. Memberikan dukungan emosional

Anak-anak cenderung menjadi rewel dan manja saat tubuh mereka merasa tidak nyaman di tempat asing. Berikan pelukan hangat, usapan lembut, dan kata-kata penenang untuk membuat merasa aman dan terlindungi meskipun jauh dari rumah.

8. Evaluasi perjalanan untuk masa depan

Setelah kondisi anak membaik dan situasi kembali kondusif, jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan pembelajaran berharga untuk liburan berikutnya. Dengan evaluasi yang baik, Anda akan menjadi orang tua yang jauh lebih siap dan cekatan dalam menghadapi segala situasi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....