KKN-PPM UGM 2026 Kalesanghaera Siap Majukan Potensi Masyarakat Halmahera Tengah

  • 26 Jun 2026 01:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - KKN-PPM UGM 2026 Kalesanghaera siap memajukan potensi masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara melalui program pengabdian selama 50 hari. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai jurusan dan angkatan akan terjun langsung ke Desa Loleo dan Desa Air Salobar untuk mengembangkan potensi perikanan, pertanian, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Tim KKN-PPM UGM 2026 akan ditempatkan di dua desa, yakni Desa Loleo dan Desa Air Salobar di wilayah pesisir Weda Selatan. Koordinator Mahasiswa Sub Unit Desa Loleo, Dinda dalam acara Sore Ceria Pro2 Jogja, Kamis, 11 Juni 2026 menjelaskan alasan mereka memilih tema Kalesanghaera.

"Kalau Kalesanghaera itu terdiri dari dua kata, yaitu Kalesang dan Halmahera. Secara kesatuan artinya adalah menjaga Halmahera," katanya. Dinda yang berasal dari Program Studi Pariwisata UGM mengatakan kehadiran KKN-PPM UGM di Halmahera Utara merupakan permintaan dari pemerintah daerah setempat yang ingin memaksimalkan program pemberdayaan masyarakat.

Desa Loleo yang terpilih menjadi lokasi pengabdian kali ini memiliki potensi besar pada sektor perikanan dan wisata pesisir. Mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai nelayan sehingga penguatan ekonomi berbasis hasil laut menjadi perhatian utama tim.

Menurutnya, hasil tangkapan nelayan selama ini masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi relatif rendah. Karena itu, mahasiswa akan mendorong pengolahan produk perikanan agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

"Kami hadir untuk membantu masyarakat agar hasil perikanan tidak hanya dijual mentah. Harapannya ada nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya bercerita.

Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Sub Unit Desa Air Salobar, Binar menyebut wilayah penugasannya memiliki potensi besar pada sektor pertanian. Komoditas utama yang berkembang di kawasan tersebut adalah padi yang tersebar di sejumlah wilayah Weda Selatan.

Binar mengatakan program yang disiapkan tim berfokus pada intensifikasi pertanian, diversifikasi produk olahan perikanan, literasi digital, dan kesehatan masyarakat. Seluruh program disusun berdasarkan riset serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan dosen pembimbing lapangan.

"Potensi daerah di sana sangat besar, terutama pada sektor perikanan dan pertanian. Karena itu kami menyusun program yang diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat," kata Binar.

Selain menjalankan program pemberdayaan, mahasiswa juga mempersiapkan diri menghadapi kondisi wilayah pesisir yang menjadi lokasi pengabdian. Berbagai persiapan dilakukan, termasuk pelatihan berenang, penyusunan logistik, hingga penguatan koordinasi internal tim.

“Kami dituntut adaptif karena belum melakukan survei langsung ke lokasi. Tujuan utama kami adalah mengabdi dan menyatu bersama masyarakat selama 50 hari,” ujar Binar.

Namun, menurut Dinda dan Binar, perjalanan menuju lokasi pengabdian kali ini terasa lebih ringan karena Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN-PPM UGM tersebut. Dukungan diberikan sejak tahap koordinasi, penjemputan mahasiswa dari Yogyakarta, hingga penyambutan dan pendampingan selama pelaksanaan program di Weda Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....