Dalam Islam, Allah Menetapkan Kemudahan, Sesuai Kesanggupan Hamba

  • 25 Jun 2026 04:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Agama Islam ditakdirkan oleh Allah Swt sebagai agama yang mudah dan Allah tidak menghendaki Islam menjadi agama yang menyulitkan. Fitrah manusia beragama bertujuan untuk mengatur hamba-Nya dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Menurut Prof Dr Muhammad Wildan, MA dari MUI DIY saat menjadi narasumber Program Mutiara Pagi Pro1 RRI Yogyakarta Rabu, 24 Juni 2026, mengatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

“Tentu ini juga berkaitan dengan masalah Ibadah, muamalah maupun beban-beban hidup yang lain, Itu sudah seukuran kemampuan manusia itu sendiri. Jadi perintah dan larangan Allah Itu juga selalu proporsional,” kata Wildan.

Dalam Islam ibadah dilakukan sesuai dengan kondisi hati, Kondisi fisik manusia dan tidak memaksakan, karena Allah sudah menetapkan semuanya sesuai dengan kemampuan diri manusia itu sendiri.

“Prinsipnya Islam itu mudah sebab agama Islam dibangun diatas kemudahan bukan kesulitan, sesuai Alquran yang terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 185 artinya Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu,” ujar Wildan.

Lebih lanjut ia menjelaskan dalam hal ibadah contoh salat lima waktu, ada lima kali dalam sehari, apakah itu cukup berat bagi umat Islam? Meski kalau dihitung dalam 24 jam seorang hamba punya waktu 24 jam. Sebenarnya cukup mudah, seorang Hamba cukup meluangkan waktu salat fardhu 5-10 menit setiap hari, sebagai wujud melaksanakan perintah Allah.

Allah Swt dalam konteks Islam mudah, tidak membebani hambanya dalam melakukan ibadah apapun, baik itu ibadah salat, puasa, zakat, berhaji. Semua ditetapkan sesuai dengan kemampuan diri hamba-hambanya. Selain itu tidak pula seorang hamba melakukan ibadah secara berlebih-lebihan sehingga menimbulkan kesulitan.

"Kemudahan Islam itu menghasilkan kedamaian dan rahmat Allah. Rasulullah SAW bersabda permudahlah, jangan mempersulit, berikan kabar gembira. Untuk yang memiliki tugas sebagai Pendakwah agar dapat menyampaikan dakwahnya dengan baik, ramah, menenangkan, memberikan kabar gembira, penuh kasih sayang dan tidak menghakimi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....