Wacana Penggunaan Biodiesel B50, Kualitasnya Harus Dijaga

  • 21 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah dan produsen, perlu memastikan mutu bahan bakar Biodiesel B50 tetap terjaga. Sehingga, bisa mencegah terjadinya oksidasi, yang dapat menurunkan kualitas biodiesel selama penyimpanan dan distribusi.

Sehingga Pakar Teknik Mesin UMY Dr. Wahyudi menyarankan pemilik kendaraan, untuk tidak perlu melakukan penyesuaian khusus. Yang lebih penting adalah memastikan kualitas biodiesel yang beredar tetap baik dan sesuai standar.

”Jika kualitas biodiesel terjaga, dampak negatif terhadap mesin kendaraan bisa diminimalkan,” katanya, Sabtu, 20 Juni 2026. ”Biodiesel sebagai bahan bakar punya karakteristik yang berbeda, dibandingkan bahan bakar solar murni.”

Rencananya mulai tanggal 1 Juli 2026, pemerintah mulai menerapkan bahan bakar biodiesel B50. Kebijakan ini kelanjutan dari program mandatori biodiesel nasional, yang sebelumnya telah melalui tahapan B5, B20, B30, hingga B40.

Wahyudi juga menyebut, biodiesel memiliki viskositas (kekentalan) dan densitas (kepadatan) yang lebih tinggi, tetapi nilai kalor yang lebih rendah. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi proses pembakaran di dalam mesin.

Selain itu, penggunaan B50 juga meningkatkan endapan pada sistem bahan bakar, jika kualitasnya tidak terjaga dengan baik. Pemilik kendaraan diesel agar lebih rutin memeriksa filter bahan bakar dan komponen pendukung lainnya.

Meski terdapat sejumlah tantangan teknis, Wahyudi menilai pengembangan B50 merupakan langkah positif dalam mendukung ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

”Pengembangan teknologi bahan bakar, agar Bangsa Indonesia menuju energi ramah lingkungan dan terbarukan,” katanya. ”Semakin besar pemanfaatan energi terbarukan, semakin kuat pula ketahanan energi nasional di masa depan.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....