Ketahui Sejarah Penggunaan Mesin Ketik Huruf Jawa di Masa Lalu
- 11 Jun 2026 23:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di Jawa, pernah ada alat tulis yang beraksara Jawa. Ini terbukti dari buku buku yang dicetak dalam aksara Jawa yang terbit di masa Hindia Belanda.
Dari masa itu, ada satu mesin ketik beraksara Jawa yang menjadi koleksi Museum Penerangan Jakarta. Mesin ketik ini bermerek Royal 8 Barlock buatan Inggris. Dikutip dari detik.com, mesin ketik huruf Jawa, yang menjadi koleksi Museum Penerangan itu, berasal dari Surakarta Jawa Tengah.
Mesin ketik huruf Jawa ini konon digunakan di Keraton Surakarta sejak 1917 hingga 1960. Dengan merek 'Royal Bar-lock', mesin ini dibuat oleh Columbia Typewriter Co. dan dirancang khusus untuk menggunakan aksara Jawa (Hanacaraka).
Aksara ini diturunkan dari aksara Pallawa yang berkembang sejak sebelum abad ke-8 dan digunakan luas dalam sastra maupun dokumen resmi di Jawa. Mesin ini dulunya dipakai untuk mengetik surat kerajaan, keputusan (kekancing dalem), hingga pengumuman resmi (Titah Ingkang Sinuhun) yang disampaikan ke masyarakat.
Proses pengetikan biasanya dilakukan oleh Abdi Dalem Garap atau Carik di ruangan khusus bernama Sasono Wilopo, tempat penyusunan surat resmi keraton.
Pada masa kemerdekaan, mesin ketik bermerek Royal 8 Barlock buatan Inggris ini masih digunakan untuk mengetik pengumuman pemerintah dengan huruf Jawa, yang kemudian disebarluaskan untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai tahun 1960.
Hasil tulis melalui perangkat manual mesin ketik maupun percetakan dapat dibuktikan dari sejumlah buku buku lama beraksara Jawa dari masa Hindia Belanda. Setelah itu, masa kemerdekaan, tidak ada lagi produk produk buku dan cetak atau semacamnya yang menggunakan aksara Jawa.
Meskipun mengalami penurunan penggunaan, sesungguhnya aksara Jawa tidak pernah hilang sepenuhnya. Dalam beberapa dekade terakhir, bahkan ada upaya yang gigih untuk melestarikan dan menghidupkan kembali aksara Jawa.
Dengan munculnya teknologi digital, aksara Jawa mulai menemukan jalannya kembali ke dalam kehidupan masyarakat. Setidaknya pada akhir abad ke-20, beberapa platform komputer dan aplikasi mulai mendukung aksara Jawa sebagai pilihan untuk menulis dan berkomunikasi.
Ini membuka kesempatan bagi para penulis dan seniman untuk menyampaikan pesan mereka dalam bahasa dan tulisan asli mereka. Bahkan bagi orang orang yang masih suka aksara Jawa, mereka terbantu untuk menggunakannya dalam komunikasi tulis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....