Mental Fatigue Mengintai Mahasiswa di tengah Kesibukan Kampus
- 03 Jun 2026 17:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kesibukan menjalani perkuliahan, mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, hingga menjalani program magang membuat banyak mahasiswa harus membagi waktu dan energi setiap hari. Di balik padatnya aktivitas tersebut, terdapat kondisi yang sering luput dari perhatian, yakni mental fatigue atau kelelahan mental. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang dituntut untuk tetap produktif di tengah berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik.
Tarmizi Thalib, Muhammad Zhohiru, dan Sitti Syawaliyah Gismin dalam jurnal Asian Journal of Islamic Psychology tahun 2024 menjelaskan, mental fatigue merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan secara psikologis akibat tuntutan berpikir yang berlangsung terus-menerus. Kondisi ini dapat muncul ketika otak bekerja dalam intensitas tinggi tanpa memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Berbeda dengan kelelahan fisik yang biasanya membaik setelah tidur atau beristirahat, kelelahan mental sering kali tetap dirasakan meskipun tubuh tidak melakukan aktivitas berat. Mahasiswa yang mengalami kondisi ini umumnya merasa sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi, serta mudah merasa kewalahan dalam menghadapi berbagai tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Di lingkungan perguruan tinggi, tekanan akademik menjadi salah satu faktor utama yang memicu mental fatigue. Tumpukan tugas kuliah, persiapan ujian, kegiatan organisasi, hingga tuntutan untuk terus berprestasi sering kali hadir dalam waktu yang bersamaan. “Ketika berbagai tuntutan akademik datang secara bersamaan, energi mental mahasiswa dapat terkuras sehingga berdampak pada kemampuan berpikir dan fokus belajar,” ujarnya.
Selain faktor akademik, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial juga turut berkontribusi terhadap munculnya kelelahan mental. Mahasiswa saat ini terus menerima arus informasi yang datang tanpa henti, mulai dari berita, tren terbaru, hingga berbagai pencapaian yang dibagikan oleh orang lain. Kondisi tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis dan membuat seseorang merasa harus selalu produktif serta mengikuti perkembangan yang ada. “Paparan informasi yang berlebihan dapat membuat pikiran bekerja lebih keras dan memicu kelelahan mental tanpa disadari,” katanya.
Beberapa tanda mental fatigue yang umum dialami mahasiswa antara lain sulit berkonsentrasi, mudah lupa, kehilangan semangat belajar, merasa cepat lelah, serta menurunnya kemampuan dalam mengambil keputusan. Jika kondisi ini terus dibiarkan dalam jangka panjang, dampaknya tidak hanya dirasakan pada prestasi akademik, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas, kesehatan mental, dan kualitas hidup sehari-hari.
Para ahli menilai penting bagi mahasiswa untuk mengenali tanda-tanda kelelahan mental sejak dini. Menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan waktu istirahat, membatasi penggunaan gawai secara berlebihan, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Di tengah tuntutan untuk terus berprestasi, kesadaran terhadap mental fatigue menjadi hal penting agar mahasiswa dapat menjalani kehidupan perkuliahan secara lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....