Hamim Ilyas Berpulang, Muhammadiyah Kehilangan Cendekiawan Alim dan Sederhana
- 23 Mei 2026 11:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Berita duka menyelimuti keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satu ulama dan cendekia terbaik yang dimiliki ormas Islam terbesar itu meninggal dunia.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr H Hamim Ilyas berpulang keharibaan Allah Swt pada Sabtu, 23 Mei dini hari, sekitar pukul 01:40 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Yogyakarta.
Mendiang Hamim Ilyas sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut selama kurang lebih 10 hari. Setelah sempat pulang, kondisi beliau kembali menurun dan dirawat lagi sejak Rabu, 20 Mei kemarin.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir mengatakan, Muhammadiyah kehilangan sosok ulama, intelektual, sekaligus cendekiawan Muslim yang dikenal alim, teduh, dan rendah hati. Pemikiran almarhum tentang Tauhid Rahamutiyah menjadi salah satu gagasan penting dalam pengembangan Islam Berkemajuan di Muhammadiyah.
Tauhid Rahamutiyah merupakan konsep teologi Islam yang menegaskan bahwa Allah Swt Yang Maha Esa memiliki sifat dasar rahmah atau kasih sayang.
“Gagasan yang dipopulerkan Prof Hamim Ilyas tersebut menempatkan kasih sayang transformatif sebagai inti keimanan dan amal saleh,” ujar Haedar.

Dalam pandangan ini, seluruh ciptaan dan syariat Allah ditujukan untuk menghadirkan kemaslahatan, keadilan sosial, perdamaian, dan kesejahteraan umat manusia. Karena itu, ajaran Islam tidak berhenti pada tataran konseptual dan ritual semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di jannatun na’im,” ucap Haedar.
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menambahkan, kala menjenguk almarhum bersama Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Gamping, dr Komar dan dr Faisol, pada Kamis, 21 Mei, kondisi Hamim Ilyas memang sudah tidak memungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung.
“Semua sudah berikhtiar, tetapi Allah telah menentukan ajalnya. Kita mesti melepas beliau dengan ikhlas,” ujarnya.
Segenap pengurus PP Muhammadiyah juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....