Menerapkan Adab Bertamu ke Rumah Orang

  • 14 Mei 2026 08:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Adab atau etika ketika bertamu ke rumah orang di setiap daerah atau kampung bisa jadi berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing. “Saya merangkum, ada enam adab saat kita bertamu ke rumah orang.” ucap Ustad Niko Agung Kuncoro dari Mubaligh Kampung Moyudan, Sleman dalam Mutiara Pagi Kamis, 14 Mei 2026.

Pertama, jangan bertamu ketika waktu sholat. Menjelang adzan atau sesaat setelah adzan tidak dianjurkan. Hormati pemilik rumah untuk beribadah.

Adab kedua, jika berniat silaturahim, hendaknya membuat janji dengan pemilik rumah terlebih dahulu. Jangan tiba-tiba hadir karena hal ini bisa mengganggu privacy. Kecuali jika niatnya hanya menyampaikan sesuatu, misalnya menyampaikan kabar duka, undangan atau memberikan oleh-oleh.

Ketiga, jika bertamu ke rumah orang ucapkan salam. Mengucap salam maksimal tiga kali. Jika tidak dibukakan pintu, misal dirumah tersebut ada bel, boleh memencet bel rumah. Maksimal juga tida kali. Jika masih tidak ada jawaban dan tidak dibukakan pintu lebih baik pulang saja.

Adab yang keempat adalah jangan masuk, jangan duduk, dan jangan makan atau minum sebelum dipersilakan. Menunggu dipersilahkan terlebih dahulu oleh tuan rumah.

Kelima, jika sudah dipersilakan masuk rumah orang, hendaknya jaga pandangan dan komentar. “Jangan kepo, ingin tahu. Jika kita dipersilahkan masuk ya langsung mengobrol saja, tidak perlu melihat kanan kiri," kata Ustad Niko.

Adab terakhir jika bertamu ke rumah orang adalah jangan lama-lama. Ketika sudah dirasa cukup, dirasa selesai, hendaknya segera pamit pulang. “Karena bisa jadi tuan rumah juga butuh istirahat atau ada acara lain dan lain sebagainya. Sehingga jika bertamu jangan lama-lama. Cukup seperlunya saja," ucap ustad Niko dalam penutup tausiyahnya di Pro 1.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....