Quarter Life Crisis Bayangi Kehidupan Generasi Z Masa Kini
- 14 Mei 2026 21:29 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memasuki usia 20-an yang sering disebut sebagai masa produktif, banyak anak muda justru mulai menghadapi tekanan hidup yang tidak mudah. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah quarter life crisis, kondisi ketika seseorang merasa bingung, cemas, hingga kehilangan arah terkait masa depan, karier, hubungan, maupun pencapaian hidup.
Di tengah perkembangan media sosial yang begitu cepat, Generasi Z menjadi kelompok yang paling dekat dengan tekanan tersebut. Konten mengenai karier impian, gaya hidup mewah, hingga pencapaian di usia muda membuat sebagian anak muda merasa harus sukses lebih awal agar dianggap berhasil dalam hidup.
Tidak sedikit lulusan baru yang merasa kecewa ketika realita dunia kerja tidak sesuai dengan ekspektasi. Persaingan kerja yang semakin ketat, tuntutan pengalaman, serta kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat banyak anak muda merasa tertinggal dibanding orang lain seusianya.
Seorang mahasiswa tingkat akhir di Yogyakarta, Alya, mengaku sering merasa cemas setelah melihat pencapaian teman-temannya di media sosial. Menurutnya, tekanan terbesar muncul ketika membandingkan proses hidup sendiri dengan kehidupan orang lain. “Kadang merasa tertinggal karena lihat teman sudah kerja atau punya pencapaian tertentu, sementara diri sendiri masih bingung menentukan arah,” ujarnya.
Fenomena tersebut juga memunculkan banyak curhatan Gen Z di media sosial. Berbagai unggahan tentang rasa lelah, overthinking, burnout, hingga ketakutan gagal kini semakin sering ditemukan di platform digital. Meski demikian, media sosial juga menjadi ruang bagi anak muda untuk saling mendukung dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian menghadapi fase tersebut.
Psikolog menilai quarter life crisis sebenarnya merupakan fase yang wajar dalam proses menuju kedewasaan. Kondisi tersebut dapat menjadi momen refleksi untuk memahami tujuan hidup, mengenali kemampuan diri, serta belajar menerima bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda. “Quarter life crisis bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi fase untuk belajar memahami diri sendiri dan menentukan langkah ke depan,” katanya.
Bagi sebagian Gen Z, quarter life crisis bukan hanya tentang rasa takut gagal, tetapi juga tentang bagaimana bertahan di tengah tekanan hidup modern. Di antara mimpi yang ingin dicapai dan realita yang harus dihadapi, banyak anak muda kini sedang berusaha menemukan arah hidup mereka sendiri sambil belajar berdamai dengan proses kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....