Vesakha Sananda Semarakkan Waisak dengan Aksi Sosial

  • 08 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ini berlangsung semarak melalui program bertajuk Vesakha Sananda. Perayaan tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial, lingkungan, pendidikan hingga budaya yang melibatkan lintas elemen umat Buddha.

Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pandu Dinata mengatakan, terdapat lebih dari 12 kegiatan sosial dan spiritual yang digelar selama satu bulan penuh menjelang puncak Waisak. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan sekaligus kepedulian umat Buddha terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. “Dalam rangkaian Vesakha Sananda ini ada sekitar 12 sampai 13 kegiatan sosial dan spiritual yang dilaksanakan selama satu bulan menjelang Waisak,” ujar Pandu Dinata saat ditemui Kamis, 7 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghayatan Dharma dan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara. Umat Buddha dari berbagai daerah melakukan penghormatan kepada para pahlawan melalui upacara, tabur bunga, ziarah hingga aksi bersih-bersih area taman makam. Selain itu, kegiatan sosial lain seperti donor darah, edukasi lingkungan melalui penuangan eco enzyme di Embung Tambakboyo, serta aksi pelestarian alam turut menjadi bagian dari perayaan Waisak tahun ini.

Pada 14 Mei 2026 mendatang, umat Buddha DIY juga akan menggelar Tribuana Manggala Bakti yang diisi dengan pelepasan makhluk hidup, penanaman ratusan pohon serta pertunjukan seni budaya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat harmoni kehidupan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Agenda intelektual dan kemanusiaan juga mewarnai rangkaian Vesakha Sananda. Pada 20 Mei 2026 akan digelar lokakarya di Center for Religious and Cross-cultural Studies Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disertai pemberian santunan kepada anak yatim piatu beragama Buddha. Malam harinya, umat Buddha dari berbagai daerah akan mengikuti Gerakan Hening Nusantara berupa meditasi bersama yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan di masing-masing provinsi.

Menjelang puncak Waisak di Candi Borobudur, sejumlah kegiatan rutin kembali dilaksanakan, termasuk bakti sosial kesehatan gratis yang diperkirakan melayani sekitar 15 ribu pasien. Ritual pengambilan air suci dan api suci juga dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Mei 2026 sebelum malam pelepasan lampion Waisak yang rencananya dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.

Meski banyak lembaga menghadapi efisiensi anggaran, seluruh rangkaian kegiatan Waisak di DIY tetap dapat terselenggara melalui semangat gotong royong dan dana swadaya umat. Pandu menjelaskan panitia dibentuk dari berbagai elemen umat Buddha dengan dukungan donasi Corporate Social Responsibility (CSR), komunitas dan masyarakat secara mandiri. Ia juga menyebut para Aparatur Sipil Negara (ASN) Buddha di lingkungan Kementerian Agama menjalankan praktik UPAWASA atau puasa selama 30 hari untuk pengendalian diri sekaligus penggalangan dana sosial. “Semangat Waisak bukan hanya ritual, tetapi juga berbagi, menjaga alam, memperkuat welas asih, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....