Supardi Kupas Narasi Digital dalam Kebijakan Publik

  • 06 Mei 2026 22:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Seman - Penulis buku RD. Dr. Sthepanus Supardi memaparkan isi buku karyanya berjudul Kebijakan Publik di Era Narasi Digital dalam program siaran Jaga Malam Book Review Pro2 FM RRI Yogyakarta, Rabu 22 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti besarnya pengaruh media digital terhadap pembentukan opini publik dan arah kebijakan pemerintah di era modern.

Menurut Supardi, perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara masyarakat memandang kebijakan publik. Jika sebelumnya kebijakan lebih banyak ditentukan melalui proses teknokratis dan birokrasi, kini narasi yang berkembang di media sosial memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi persepsi masyarakat hingga legitimasi suatu kebijakan.

“Di era digital saat ini, kebijakan publik tidak hanya dibentuk oleh data dan regulasi, tetapi juga oleh narasi yang berkembang di ruang media sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, opini yang masif di dunia digital dapat mendorong penerimaan maupun penolakan masyarakat terhadap sebuah kebijakan pemerintah.

Dalam bukunya, Supardi menjelaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Namun, ia mengingatkan bahwa informasi yang beredar belum tentu selalu sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi tantangan serius bagi masyarakat maupun pemerintah.

“Saat ini media sangat berpengaruh terhadap pembentukan opini publik, padahal kondisi faktual bisa saja berbeda. Karena itu dibutuhkan media yang benar-benar menyajikan informasi faktual, bukan hanya mengejar viewer,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan daya kritis masyarakat dalam menyaring informasi digital. Selain itu, pengelolaan media sosial dinilai perlu diperkuat, termasuk untuk kepentingan branding instansi pendidikan agar mampu membangun citra positif dan kredibel di tengah derasnya arus informasi.

Dalam buku tersebut, Supardi mengintegrasikan pendekatan Narrative Policy Framework (NPF) dengan teori tiga dimensi kekuasaan milik Steven Lukes. Melalui pendekatan itu, pembaca diajak memahami bagaimana narasi bekerja dalam membentuk opini publik dan bagaimana kekuasaan dapat beroperasi secara terbuka, tersembunyi, hingga ideologis.

Selain menyajikan kerangka teori yang kuat, buku Kebijakan Publik di Era Narasi Digital juga dilengkapi contoh-contoh kebijakan publik di Indonesia yang dianalisis secara kritis dan kontekstual. Melalui karya tersebut, Supardi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi digital dalam mengawal kebijakan publik di tengah perkembangan media yang terus berubah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....