Apakah Hewan Kurban Harus Jantan? Ini Alasannya

  • 06 Mei 2026 13:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Hari raya Idul Adha adalah momen istimewa umat Islam yang identik dengan ibadah kurban. Muslim di seluruh dunia berbondong-bondong menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah, kenapa hewan kurban harus jantan? Apakah ada dalil khusus yang mewajibkan demikian?

Dikutip dari laman Baznas, dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa Nabi SAW menyembelih dua domba jantan bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dalam kondisi sehat. Dari sini, para ulama menyimpulkan bahwa hewan jantan lebih utama untuk dijadikan kurban.

Pemilihan hewan jantan juga mencerminkan kesempurnaan dalam beribadah. Hewan jantan umumnya lebih besar, lebih kuat, dan lebih mahal. Ini menunjukkan semangat pengorbanan yang sesungguhnya, yaitu memberikan yang terbaik kepada Allah. Maka dari itu, kenapa hewan kurban harus jantan menjadi bagian dari meneladani Rasulullah SAW dan menjaga kualitas ibadah kurban sesuai dengan anjuran syariat.

Hewan jantan cenderung memiliki tubuh yang lebih kokoh dan daging yang lebih banyak dibanding betina. Dari segi kualitas, tentu lebih layak dijadikan persembahan kepada Allah SWT. Semakin baik kualitas hewan kurban, semakin besar pula pahala yang didapatkan. Islam mengajarkan bahwa setiap ibadah harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam memilih hewan kurban.

Selain itu, hewan jantan tidak memiliki beban reproduksi seperti hewan betina yang bisa berkembang biak. Menyembelih hewan jantan tidak mengganggu kelangsungan populasi ternak. Inilah aspek lain dari jawaban kenapa hewan kurban harus jantan yang berkaitan dengan kemaslahatan umum.

Di sisi lain, menyembelih hewan betina yang sedang produktif dapat berdampak pada berkurangnya populasi ternak, yang bertentangan dengan tujuan syariat menjaga keturunan dan keseimbangan ekosistem. Dengan demikian, kenapa hewan kurban harus jantan tidak hanya soal mengikuti sunnah, tetapi juga menunjukkan keutamaan memilih yang terbaik dalam beribadah kepada Allah SWT.

Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’, “Tidak makruh berkurban dengan hewan betina, namun hewan jantan lebih utama.” Artinya, tidak ada larangan untuk berkurban dengan hewan betina, namun keutamaan tetap pada hewan jantan.

Penjelasan ini penting untuk menjawab salah kaprah di masyarakat yang mengira bahwa kurban dengan hewan betina tidak sah. Maka, meski kita bertanya kenapa hewan kurban harus jantan, jawaban syariat tetap memberikan kelonggaran, namun dengan penekanan pada keutamaan.

Kondisi ekonomi dan ketersediaan hewan kurban juga menjadi pertimbangan. Jika hanya tersedia hewan betina, maka berkurban dengan hewan tersebut tetap diperbolehkan dan berpahala.

Pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukanlah pengorbanan biasa. Ia adalah simbol ketaatan mutlak kepada Allah, yang ditunjukkan dengan kesiapan mengorbankan hal paling berharga. Menyembelih hewan jantan bisa dimaknai sebagai bentuk pengorbanan maksimal.

Selain itu, menyembelih hewan jantan juga menunjukkan bahwa seorang Muslim rela menyerahkan sesuatu yang kuat dan bernilai tinggi demi menggapai ridha Allah. Ini menjadi penegasan lain atas alasan kenapa hewan kurban harus jantan dalam konteks spiritual dan simbolik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....