Kerupuk dan Keripik, Kudapan Masyarakat Indonesia

  • 04 Mei 2026 11:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kerupuk dan keripik merupakan kudapan dari Indonesia. Sebagai masyarakat Indonesia, lebih memilih kerupuk atau keripik? Tema ini mencuat di sela–sela lagu pop Indonesia, dalam program acara Indonesia Banget. Program acara tersebut tayang di Pro 1 Jogja, Senin, 27 April 2026, pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB.

Beberapa pendengar menyampaikan pendapat melalui telepon (0274) 580333 maupun WhatsApp (WA) 08112711911. Seperti Ali di Pamekasan yang menyampaikan lebih suka kerupuk sebagai teman makan nasi.

“Tanpa kerupuk rasanya kurang renyah,” katanya melalui telepon.

Berbeda dengan sang suami. Yang menurutnya lebih suka keripik. “Yang penting ada keripik singkong,” ujarnya.

Hampir senada, begitu juga dengan Yono di Jetis Bantul. “Saya suka kerupuk terutama yang harganya seribuan itu lho,” ucapnya. Lebih lanjut ia menyampaikan kerupuk tersebut sering dijumpai dari pedagang kerupuk yang keliling kampung.

Sementara Ernest di Temanggung mengungkapkan kesukaannya makan keripik. “Suka keripik singkong dan pisang,” katanya dalam pesan singkat melalui WA.

Kerupuk dan keripik sama – sama renyah saat dimakan. Mengutip dari Mushome, perbedaannya terletak pada proses pembuatan dan bahan dasarnya. Kerupuk dari adonan tepung, keripik dari bahan dara umbi atau buah. Jika kerupuk harus dikukus, tidak dengan keripik. Tanpa proses pengukusan, keripik dapat diiris, dikeringkan dan digoreng.

Berawal dari kulit sapi atau rambak, kerupuk pertama kali dikenal di Indonesia. Bermula pada abad 9 atau 10 Masehi, kerupuk banyak muncul di Pulau Jawa. Begitu juga keripik yang berasal dari Indonesia. Keripik tradisional asli nusantara adalah keripik singkong dan pisang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....