Ora et Labora Dorong Kemandirian Gereja Melalui Kewirausahaan

  • 02 Mei 2026 17:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pelayan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wirobrajan mengikuti kegiatan rekoleksi yang digelar di Wisma Duta Wacana, Kaliurang, pada hari ini. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pembekalan bagi para pelayan gereja untuk memperkuat semangat pelayanan yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam aspek kemandirian organisasi gerejawi.

Salah satu agenda utama dalam rekoleksi ini menghadirkan mentor Usaha Kecil Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta (UKM DIY), Minni Gunawan, SE, yang membawakan materi bertajuk Memaknai Ora et Labora (Berdoa dan Bekerja) sebagai Semangat Bertumbuh dalam Pelayanan Gerejawi. Materi tersebut menyoroti pentingnya keseimbangan antara kehidupan spiritual dan kerja nyata dalam membangun pelayanan yang berdampak luas.

Dalam paparannya, Minni menjelaskan bahwa semangat Ora et Labora tidak hanya dipahami sebagai aktivitas berdoa dan bekerja secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan nilai yang dapat menjadi fondasi pengembangan kewirausahaan sosial di lingkungan gereja. Menurutnya, gereja perlu memiliki pola pikir progresif agar dapat berkembang secara mandiri. “Gereja sebagai institusi jangan hanya menunggu pemasukan dari persembahan jemaat, tetapi juga harus mampu mengelola sumber daya yang ada dengan semangat kewirausahaan dan profesionalisme,” ujarnya.

Minni Gunawan mengajak pelayan GKJ Wirobrajan memaknai Ora et Labora berdoa dan bekerja sebagai langkah nyata membangun kemandirian gereja melalui kewirausahaan sosial yang profesional, adaptif, dan berdampak luas. (Foto: Minni Gunawan)

Ia menambahkan, pengelolaan dana yang baik dapat membuka peluang bagi gereja untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif. Pendapatan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung program pelayanan yang lebih luas, termasuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di sekitar gereja.

Selain itu, Minni menekankan pentingnya penerapan manajemen modern dalam pengelolaan usaha gereja. Aspek seperti transparansi keuangan, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk atau layanan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun usaha berbasis pelayanan yang berkelanjutan. “Dengan pengelolaan yang baik, konsep marketing modern, dan transparansi, kewirausahaan bisa menjadi salah satu pilar penting bagi gereja dalam memperkuat pelayanan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....