Sering Diabaikan Tekanan Ban, Picu Risiko Kecelakaan Meningkat
- 30 Apr 2026 16:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kesadaran pengendara terhadap pentingnya tekanan ban kendaraan masih tergolong rendah. Padahal, komponen ini memegang peran krusial dalam menjaga keselamatan selama berkendara. Tekanan ban yang tidak sesuai standar dapat berdampak pada kestabilan kendaraan, kenyamanan, hingga meningkatkan potensi kecelakaan di jalan raya.
Tekanan ban yang terlalu rendah menjadi salah satu kondisi yang kerap terjadi. Saat tekanan berkurang, permukaan ban akan lebih banyak bersentuhan dengan jalan sehingga meningkatkan gesekan. Akibatnya, suhu ban cepat meningkat, terutama saat digunakan dalam perjalanan jauh atau di bawah terik matahari. Kondisi ini dapat mempercepat keausan dan memicu risiko pecah ban. “Ban yang kekurangan tekanan sangat rentan mengalami panas berlebih, dan ini bisa berujung pada pecah ban jika dibiarkan,” ujar seorang teknisi bengkel otomotif di Yogyakarta.
Selain berisiko terhadap keselamatan, tekanan ban yang rendah juga berdampak pada performa kendaraan. Pengendara akan merasakan kendaraan lebih berat saat dikendarai. Hal ini menyebabkan mesin bekerja lebih keras dan berimbas pada meningkatnya konsumsi bahan bakar.
Di sisi lain, tekanan ban yang terlalu tinggi juga tidak kalah berbahaya. Ban menjadi lebih keras sehingga daya cengkeram terhadap permukaan jalan berkurang. Akibatnya, kendaraan lebih mudah tergelincir, terutama saat melintasi jalan licin atau tidak rata. Tekanan berlebih juga memicu keausan yang tidak merata pada bagian tengah ban. “Banyak pengendara mengira tekanan tinggi lebih aman, padahal justru bisa mengurangi traksi dan membahayakan saat kondisi jalan basah,” katanya.
Kurangnya kebiasaan memeriksa tekanan ban secara rutin menjadi penyebab utama masalah ini terus terjadi. Sebagian pengendara baru menyadari pentingnya tekanan ban ketika kondisi sudah terasa tidak nyaman atau ban terlihat kempis.
Padahal, pengecekan tekanan ban dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memakan waktu lama. Pengendara disarankan memeriksa tekanan ban setidaknya satu minggu sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan idealnya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin agar hasil pengukuran lebih akurat.
Selain tekanan, kondisi fisik ban juga perlu diperhatikan. Tapak ban yang menipis, adanya retakan, atau benjolan merupakan tanda bahwa ban harus segera diganti. Perawatan sederhana ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta menjaga keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....