Padi dan Jagung Paling Rentan pada Suhu Ekstrem Pancaroba

  • 19 Apr 2026 17:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suhu di atas normal yang melanda Indonesia pada periode pancaroba April 2026, mengancam produktivitas sejumlah komoditas pangan strategis. Terutama padi dan jagung yang memasuki fase pertumbuhan paling rentan.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Oki Wijaya menyebut penurunan produktivitas menjadi dampak paling nyata. Hal itu disebabkan terganggunya proses biologis tanaman saat fase reproduksi.

”Suhu tinggi meningkatkan kehilangan air, mengganggu fotosintesis, mempercepat stres tanaman,” katanya secara tertulis, Minggu, 19 April 2026. ”Sehingga kondisi tersebut mengganggu pembungaan, penyerbukan, dan pembentukan hasil.”

Menurut Oki, setiap kenaikan 1 derajat Celsius suhu rata-rata global diperkirakan menurunkan hasil panen padi sebesar 3,2 persen, jagung 7,4 persen, gandum 6,0 persen, dan kedelai 3,1 persen. Angka tersebut bukan sekadar asumsi teoritis.

”Tetapi menjadi indikator nyata, yang sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ucapnya. ”Panas yang dirasakan sekarang bukan sekadar kejadian sesaat, melainkan bagian dari tren pemanasan global yang lebih luas.”

Di antara berbagai komoditas pangan, padi, jagung, cabai, dan tomat menjadi yang paling rentan terhadap suhu ekstrem. Pada tanaman padi, suhu tinggi saat fase pembungaan dan pengisian gabah dapat meningkatkan sterilitas bunga.

Kondisi itu menyebabkan, bulir padi tidak terbentuk secara sempurna. Sedangkan pada tanaman jagung malah lebih sensitif, terutama pada fase tasseling, silking, dan awal pengisian biji.

Untuk komoditas hortikultura, seperti cabai sangat sensitif pada fase awal perkembangan benih setelah anthesis, yang dapat menurunkan fruit set, bobot buah, dan mutu benih. Tomat juga menghadapi risiko serupa karena suhu tinggi dapat menurunkan viabilitas serbuk sari dan mengganggu proses pembuahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....