Konflik AS–Iran Tak Memicu Lonjakan Harga Emas
- 19 Apr 2026 15:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, fenomena tak biasa justru terjadi di pasar global. Harga emas, yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven, justru mengalami penurunan.
Dosen Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani menjelaskan, kondisi ini tidak bertentangan dengan teori ekonomi, melainkan mencerminkan dinamika pasar yang lebih kompleks.
“Secara teori, emas memang menjadi safe haven saat terjadi konflik geopolitik,” katanya secara tertulis, Sabtu 18 April 2026. ”Namun, dalam kasus ini terdapat beberapa faktor yang membuat harga emas justru turun.”
Faktor pertama adalah ekspektasi pasar yang menilai konflik AS–Iran tidak akan meluas menjadi perang global. Menurut Dyah, investor melihat risiko yang ditimbulkan masih terbatas.
”Kondisi ini tidak cukup mendorong lonjakan harga emas,” ucapnya. ”Karena tidak ada eskalasi besar yang mengganggu rantai pasok global, maka risk premium emas tidak terbentuk.”
Faktor kedua berkaitan dengan perilaku pasar yang dikenal sebagai buy the rumor, sell the news. Harga emas sebelumnya telah naik signifikan sejak isu konflik mencuat.
Namun, ketika konflik benar-benar terjadi tanpa eskalasi lanjutan, investor justru melakukan aksi ambil untung. ”Pelaku pasar sudah masuk pada harga rendah, saat tidak ada kejutan baru mereka merealisasikan keuntungan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....