Pragmatisme Politik Semakin Kuat, Ketum Muhammadiyah Ingatkan Para Elit
- 19 Apr 2026 16:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, menyoroti pragmatisme yang saat ini semakin kuat. Fakta yang terjadi, banyak keputusan diambil tanpa arah nilai dan visi jangka panjang.
”Banyak pihak hanya berpikir secara praktis dan pragmatis,” katanya, Jumat, 17 April 2026. ”Padahal, kehidupan berbangsa dan bernegara memerlukan arah, peta jalan, dan nilai yang jelas.”
Jika ke depan pragmatisme tetap menjadi pilihan dalam berpolitik maupun dalam kehidupan bernegara, maka akan sulit membangun pemahaman bersama. Bahkan konflik bisa menjadi pilihan untuk menyelesaikan persoalan.
Haedar juga menyoroti perbedaan karakter pendekatan ilmu politik di Barat. Pendekatan di Amerika Serikat cenderung kuat pada aspek metodologi dan pragmatism.
”Sementara di negara-negara Eropa, pendekatannya lebih menekankan dimensi filsafat dan epistemology,” ucapnya.
Dalam konteks tersebut, Haedar mengingatkan agar akademisi tidak serta-merta mengadopsi teori dari luar tanpa mempertimbangkan konteks lokal. Pemahaman terhadap realitas sosial dan budaya sendiri menjadi kunci agar ilmu yang dikembangkan relevan.
”Kita harus memahami realitas kita sendiri,” katanya. ”Jika tidak, kita hanya akan terjebak dalam ‘menara gading’ dengan teori yang tidak selalu sesuai dengan kondisi masyarakat.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....