Masjid Bukti Cinta Abadikan Istri di Lokasi Tragedi Mendalam
- 17 Apr 2026 17:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Kisah haru sekaligus penuh makna datang dari pemilik HS yang mengubah duka mendalam menjadi amal jariyah bagi masyarakat. Ia membangun sebuah masjid di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa sang istri tercinta, Anis Syarifah, sebagai bentuk cinta yang abadi sekaligus kontribusi sosial yang nyata.
Peletakan batu pertama Masjid Hj Anis Syarifah dilaksanakan pada Jumat pagi 17 April 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga serta warga sekitar yang turut merasakan perjalanan emosional di balik berdirinya rumah ibadah ini.
Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi yang terletak di pinggir Jalan Nasional Purworejo–Yogyakarta, tepatnya di Desa Palihan, Temon, Kulon Progo. Lokasi tersebut menyimpan kenangan mendalam, karena menjadi tempat terjadinya kecelakaan pada 1 Maret 2026 yang menyebabkan Anis Syarifah meninggal dunia.

Alih-alih terlarut dalam kesedihan, pemilik HS memilih mengubah duka menjadi kebaikan yang memberi manfaat luas. Pembangunan masjid ini tidak hanya menjadi simbol cinta dan penghormatan kepada sang istri, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat sekitar.
Nama Masjid Hj Anis Syarifah dipilih sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa kebaikan dapat terus hidup melampaui usia seseorang. Keberadaan masjid ini diharapkan menjadi pusat ibadah, tempat berkumpul, dan ruang kebersamaan bagi warga setempat.
Acara peletakan batu pertama juga dihadiri keluarga Abdullah, pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol rekonsiliasi dan penerimaan, menandakan bahwa musibah yang terjadi telah membuka jalan menuju kebaikan yang lebih luas.

Istri Abdullah, Surati, mengungkapkan rasa haru atas pembangunan masjid tersebut. “Awalnya kami semua sangat terpukul dengan kejadian itu. Tidak ada yang menginginkan musibah terjadi. Tapi kami tidak menyangka, dari peristiwa yang begitu menyedihkan, justru lahir sesuatu yang sangat bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Surati juga menyampaikan harapan atas keberadaan masjid ini bagi masyarakat sekitar. “Kami merasa bersyukur. Semoga masjid ini menjadi amal jariyah untuk almarhumah, dan juga menjadi tempat ibadah serta kebaikan bagi masyarakat di sini,” katanya.
Langkah yang diambil pemilik HS ini mencerminkan nilai kemanusiaan yang kuat, bahwa dari sebuah kehilangan dapat lahir harapan baru. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya, bahkan dari peristiwa paling menyakitkan sekalipun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....