Iklim Genting Perempuan Petani Pontang Panting
- 05 Apr 2026 05:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ditengah krisis Iklim Global yang semakin tidak menentu menyebabkan perubahan dari berbagai aspek cuaca, musim hujan dan musim panas yang mengalami anomali menyebabkan ganguan bagi para petani dari aktivitas tanam dan panen untuk komoditas pertanian menyebabkan kualitas menurun.
“Sebagai Petani Perempuan di Kulon Progo hal ini menjadi tantangan yang sangat berat, dihadapkan dengan dampak-dampak yang tidak ramah dengan Perempuan baik dari kondisi Tanah, Perawatan yang lebih extra, sulitnya mendapatkan pupuk, dan serangan hama yang semakin merajalela,” ujar Marsidah Ketua Perempuan Petani Karisma dalam dialog Ngobras Pro1 RRI Yogyakarta, Kamis 2 April 2026.
Sana Ulaili Ketua Dewan Nasional FIA Indonesia sebagai peneliti Iklim menyampaikan Situasi krisis iklim yang terjadi saat ini harus dilakukan aksi mitigasi dan adaptasi, menyesuaikan alam yang terjadi saat ini adalah suatu keharusan, seperti mengurangi praktik pestisida kimia yang menaikan suhu rumah kaca.
“Mengubah pola pertanian secara bertahap mengunakan pupuk organic maupun mengunakan benih yang dapat tahan dengan iklim extreme, Pola hidup dan pola makan sehat di dapatkan dari hasil pertanian yang alami sehat terhindar bahan kimia, namun juga memiliki dampak untuk menyelamatkan alam dan lingkungan di bumi kita,” katanya.
Revolusi Pangan dimulai dari menjaga makan, kalau menjaga makan sehat dan alami sejatinya kita semua sedang bergerak menyelamatkan bumi kemudian juga bergerak menyelamatkan para petani dari situasi krisis iklim akibat dari pola pertanian yang sudah berubah dari pla pertanian lestari menjadi pola pertanian yang mekanik. Dimana memiliki pola ketergantungan terhadap pupuk pestisida kimia yang berbahaya untuk manusia dan lingkungan. (Rifa Hanafi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....