Makna Taubat dalam Kisah Hindun dan Hukum Wanita Tidak Menikah Menurut Islam

  • 04 Apr 2026 22:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam kajian rutin Mutiara Pagi, Jumat 3 April 2026, Ustazah Nur Hidayani, SH MH menjawab berbagai pertanyaan jamaah seputar sejarah Islam dan hukum kehidupan sehari-hari, termasuk kisah Hindun serta pandangan Islam terhadap wanita yang memilih tidak menikah.

Kisah Hindun, Istri Panglima yang Dinikahi Nabi

Salah satu pertanyaan datang dari Ibu Siti di Banguntapan yang menanyakan tentang sosok Hindun, istri dari panglima kaum kafir, yang kemudian dinikahi oleh Nabi setelah suaminya meninggal dunia.

Ustazah Hidayani menjelaskan bahwa Hindun pada masa sebelum masuk Islam dikenal memiliki sikap yang sangat keras terhadap kaum Muslim. Namun, setelah ia memeluk Islam dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, seluruh dosa masa lalunya diampuni oleh Allah.

“Dalam Islam, ketika seseorang sudah beriman dan bertaubat, maka Allah membersihkan dosa-dosanya. Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun, dan Maha Penerima Taubat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya yang melakukan taubat nasuha atau taubat yang sungguh-sungguh.

Hukum Wanita Memilih Tidak Menikah karena Karir

Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Pak Budi terkait wanita yang memilih untuk tidak menikah karena ingin fokus pada karir. Menanggapi hal tersebut, Ustazah Hidayani menjelaskan bahwa secara fitrah, manusia diciptakan berpasang-pasangan dan memiliki jodoh masing-masing. Dalam Islam, pernikahan memiliki banyak keutamaan, termasuk menjadi sarana ibadah.

“Banyak hal indah yang bisa dilakukan dalam ibadah ketika berpasangan. Bahkan, keluarga disebut sebagai penyempurna separuh iman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menikah dapat mengubah hal-hal yang sebelumnya haram menjadi halal dan bernilai ibadah. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika seseorang meninggalkan kesempatan tersebut tanpa alasan yang kuat.

Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya ikhtiar dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam urusan jodoh, karena setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan bernilai pahala di sisi Allah.

Kesimpulan

Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa Islam memberikan kesempatan luas bagi setiap individu untuk berubah menjadi lebih baik melalui taubat. Selain itu, pernikahan merupakan bagian penting dalam kehidupan yang dianjurkan karena membawa banyak kebaikan, baik secara spiritual maupun sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....