Jangan Kembali Lalai! Ini Pesan Penting setelah Ramadan
- 28 Mar 2026 09:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ramadan telah berlalu, namun semangat ibadah tidak seharusnya ikut berakhir. Justru, bulan Syawal menjadi momentum penting untuk introspeksi diri: apakah amalan yang kita lakukan selama Ramadan masih terus berlanjut? Hal ini disampaikan oleh Ustad Umar Zein Prawoto, Manajer Bina Rohani Islam RS PKU Gamping, dalam program Mutiara Pagi, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurut beliau, ibadah tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja. Sholat tetap dijaga, hawa nafsu tetap dikendalikan, dan nilai-nilai kebaikan harus terus dipertahankan di bulan-bulan berikutnya. Pentingnya Menjaga Nilai Ramadan Ramadan mengajarkan banyak hal, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjauhi maksiat, dan meningkatkan ibadah lainnya.
Namun tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga konsistensi (istiqomah) setelah Ramadan berakhir. Agar nilai Ramadan tetap hidup dalam keseharian, ada tiga hal penting yang perlu diperankan:
1. Menjaga Istiqomah dalam Ibadah Istiqomah adalah kunci utama dalam mempertahankan amalan. Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan tetap istiqomah akan mendapatkan ketenangan dan balasan yang baik. Rasulullah juga mengingatkan bahwa amalan yang paling dicintai adalah yang dilakukan secara rutin, meskipun sedikit. Artinya, kualitas ibadah tidak hanya dilihat dari banyaknya, tetapi dari konsistensinya.
2. Berperan Aktif dalam Keluarga Ramadan mengajarkan kebersamaan dalam keluarga, seperti sahur bersama, sholat berjamaah, dan berbuka bersama. Nilai ini perlu terus dijaga setelah Ramadan. Setiap individu memiliki peran penting dalam keluarga: Suami sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana Orang tua sebagai teladan bagi anak-anak Anggota keluarga saling menjaga dalam kebaikan Allah juga berfirman agar kita menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Oleh karena itu, rumah tangga harus dijaga agar tetap penuh keberkahan dan ketenangan.
3. Menjadi Pribadi yang Bermanfaat bagi Orang Lain Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ramadan melatih kita untuk peduli terhadap sesama, seperti membantu fakir miskin dan meningkatkan kepedulian sosial. Nilai ini harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya dalam kehidupan bermasyarakat: Pemimpin harus amanah Pendidik harus bertanggung jawab Pedagang harus jujur Namun, penting juga untuk diingat bahwa tolong-menolong hanya dalam kebaikan, bukan dalam kemaksiatan atau keburukan.
Amalan di bulan Ramadan seharusnya menjadi fondasi untuk kehidupan yang lebih baik di bulan-bulan berikutnya. Dengan menjaga istiqomah, memperkuat peran dalam keluarga, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, kita dapat menjadi Muslim yang lebih baik. Mari jadikan Ramadan bukan sebagai akhir dari ibadah, tetapi sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bertakwa dan peduli terhadap sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....