Syukur dan Kendali Diri, Pesan Idul Fitri
- 21 Mar 2026 07:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Ratusan jamaah memadati halaman Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah, Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Bertempat di Jalan Kaliurang No. 9,5, Gondangan, suasana berlangsung khidmat di bawah langit cerah yang menyelimuti kawasan tersebut.
Bertindak sebagai khatib Ustadz Mustasar, M.Hum mengajak umat Islam untuk mensyukuri nikmat Allah SWT setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Ia menekankan bahwa kesempatan bertemu Ramadhan merupakan karunia besar yang tidak semua orang dapat rasakan.
“Di pagi yang indah ini, kita berkumpul dengan penuh rasa syukur karena telah diberi kesempatan menyelesaikan ibadah puasa sebulan lamanya,” ujarnya.
Menurutnya, nikmat kesehatan, kesempatan hidup, serta hidayah untuk tetap taat merupakan anugerah yang patut disyukuri sepanjang hayat. Ia mengingatkan bahwa tidak semua umat Islam di berbagai belahan dunia dapat menjalani Ramadhan dengan aman dan nyaman.
Ustadz Mustasar juga menyinggung kondisi saudara-saudara Muslim di daerah yang dilanda bencana dan konflik. Ia mengajak jamaah untuk meningkatkan empati dan kepedulian sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Ramadhan. “Saudara kita di tempat lain masih dirundung musibah, bahkan perang dan kelaparan. Maka sudah sepatutnya kita semakin bersyukur,” katanya.
Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa ibadah puasa memiliki keistimewaan karena balasannya langsung diberikan oleh Allah SWT. Puasa, menurutnya, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri dari berbagai hawa nafsu.
Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki kecenderungan mengikuti keinginan yang berlebihan, baik dalam hal konsumsi, gaya hidup, maupun perilaku di era digital. Kondisi tersebut, jika tidak dikendalikan, dapat menjauhkan seseorang dari nilai ketakwaan.

Lebih lanjut, ia menyoroti dampak perkembangan teknologi yang memudahkan akses terhadap berbagai konten negatif. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan serius terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh buruk. “Puasa melatih kita untuk mengendalikan nafsu, baik yang berasal dari kebutuhan perut maupun syahwat lainnya,” ucapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum evaluasi diri. Melalui ibadah seperti tarawih, i’tikaf, dan tilawah Al-Qur’an, umat Islam diharapkan mampu memperbaiki kualitas spiritual serta hubungan sosial.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga hasil latihan selama Ramadhan agar tetap terimplementasi dalam kehidupan sebelas bulan ke depan. Menurutnya, keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari lapar dan dahaga, tetapi dari perubahan perilaku yang lebih baik.
Menutup khutbah, Ustadz Mustasar mengajak jamaah untuk menyempurnakan ibadah dengan menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian sosial. Ia berharap Idul Fitri menjadi momentum kembali kepada fitrah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. “Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita kembali kepada fitrah yang suci,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....