Umat Katolik Diajak Peka Terhadap Simbol Kehidupan

  • 15 Mar 2026 09:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pada masa Pra Paskah, apakah kita sudah menjadi simbol terang bagi siapa saja? Refleksi ini disampaikan Romo Vincentius Kirjito, Pr, saat memimpin misa Minggu, 15 Maret 2026. Misa berlangsung di gereja Katolik Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Bukan hanya terang, namun simbol lain juga dijumpai dalam bacaan Injil yang ada,” katanya.

Simbol lain yang dimaksud adalah mukjizat dan air. Simbol yang selalu ada dalam kehidupan. “Dari banyak simbol tersebut, di situ Tuhan bekerja,” ujarnya.

Simbol yang ada, merupakan anugerah bagi umat. “Mulai dari mata, cahaya atau terang, maupun air,” ucapnya dalam homili. Menurutnya semua unsur tersebut merupakan kebutuhan umat apalagi saat hidup di dunia.

Mengakhiri homili atau khotbahnya, Romo Kirjito mengajak umat untuk meneliti batin. “Kita menjadi terang atau justru terlalu terang. Sehingga justru membuat silau,” katanya.

Pada Minggu Pra Paskah IV, umat Katolik meyakini menjadi Minggu Laetare atau Sukacita. Mengutip dari KomKat KWI, pada minggu ini umat Katolik bersukacita karena mencapai separuh masa pantang puasa. Pada minggu ini, warna liturgi berubah dari ungu menjadi merah muda.

Dari Laman Keuskupan Agung Semarang, Gereja Katolik Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, berkembang dari pelayanan di Boro. Satu wilayah di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gereja paroki ini melakukan pelayanan pemberdayaan iman paguyuban dan pelayanan Kelompok Miskin Lemah Tersingkir Difabel (KLMTD).

Minggu, 15 Maret 2026 pagi, Pro 1 Jogja menyiarkan misa dari gereja Katolik Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan. Mengambil dari kanal Komsos Paroki Nanggulan, siaran dimulai dari pukul 08.00 WIB. Siaran tersebut merupakan siaran tunda karena misa berlangsung dari pukul 07.30 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....