Bawaslu DIY dan Mafindo Perkuat Pengawasan AI

  • 03 Mar 2026 21:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) menerima audiensi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam agenda bertajuk Artificial Intelligence (AI) Ready Association of Southeast Asia Nation (ASEAN) di Ruang Media Centre Bawaslu DIY, Selasa 3 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi pengawasan disinformasi serta kesiapan menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam dinamika demokrasi menuju Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mafindo dan menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam merespons tantangan teknologi digital yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan AI membawa peluang sekaligus risiko yang harus diantisipasi sejak dini. “Sinergi antara Bawaslu DIY dan Mafindo sudah berjalan dalam proses pengawasan, khususnya disinformasi dan hoaks, dan saat ini berkembang ke ranah AI. Adanya AI ini akan turut mewarnai dinamika pemilu di masa depan, baik yang bersifat positif maupun negatif,” ujar Najib.

Ia menambahkan, pada masa non-tahapan pemilu diperlukan langkah strategis sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan AI. Upaya tersebut dinilai penting agar pengawasan tidak bersifat reaktif semata, melainkan mampu membangun sistem mitigasi yang berkelanjutan. “Di masa non-tahapan ini perlu untuk menciptakan langkah-langkah strategis guna mencegah semakin maraknya isu AI ke depan. Pada prinsipnya, Bawaslu DIY sangat terbuka terhadap segala bentuk kerja sama yang akan dibangun bersama Mafindo,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Mafindo, Fitria Indri Kesumawati, memaparkan program AI Ready ASEAN yang bekerja sama dengan ASEAN Foundation. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi, etika, serta pemahaman masyarakat terhadap penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab melalui pelatihan terstruktur. “Teknologi AI berkembang sangat pesat sehingga kami merasa perlu untuk bergerak cepat turun ke masyarakat, guru, dan dosen. Program ini menghadirkan pelatihan selama dua hingga tiga jam dengan 12 materi, serta pembelajaran mandiri melalui sistem Learning Management System selama satu minggu,” ucap Fitria.

Peserta pelatihan akan memperoleh 20 jam pelajaran bertaraf internasional beserta sertifikat, dengan skema kelas reguler dan master trainer serta target 200 peserta pada Maret 2026. Dalam sesi diskusi, Bawaslu DIY menyambut baik rencana pembaruan nota kesepahaman sebagai bagian dari persiapan menyongsong tahapan Pemilu 2029. Program AI Ready ASEAN direncanakan terintegrasi dalam kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) tahun 2026, baik untuk jajaran internal maupun komunitas eksternal. Kegiatan perdana diproyeksikan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas kelembagaan dan masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....