Sekolah Terpapar Bencana Lebih dari 50 Persen
- 03 Mar 2026 08:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) menyebut, sekolah-sekolah di Indonesia dalam kondisi rentan. Sebab, lebih dari 50 persen terpapar beberapa ancaman bencana.
Jamjam Muzaki dari Seknas SPAB mendorong pengelola sekolah, untuk memahami resiko bencana berbasis data. Ia pun mengapresiasi langkah kongkrit pemerintah.
”Kemendikdasmen memiliki target pada 2029,” katanya melalui siaran pers tertulis, Selasa, 3 Maret 2026. ”Yaitu, 80 persen pemda punya regulasi SPAB, kemudian 75 persen siswa teredukasi menjadi siswa siaga bencana.”
Selain dukungan regulasi SPAB, murid dan guru pasca kejadian bencana, juga butuh dukungan pemulihan mental. Maka, sekolah harus jadi ruang aman.
”Yang menyediakan teknik stabilisasi, seperti latihan pernafasan dan regulasi diri,” ucapnya. ”Ini untuk menjaga fungsi kognitif dan sosial warga sekolah di tengah situasi sulit.”
Terkait persoalan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), meluncurkan acuan teknis terkait mitigasi kebencanaan. Langkah ini, untuk menjamin hak belajar murid tetap terpenuhi dengan baik.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin, ingin meminimalkan resiko bencana di lingkungan sekolah. ”Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintahan saja,” ucapnya.
Ia pun menyebut, secara umum wilayah Indonesia merupakan negara rawan bencana. Mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga erupsi gunung berapi.
”Masing-masing satuan pendidikan, harus mampu melakukan mitigasi, bertahan, dan melakukan pemulihan pasca-bencana.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....