Beasiswa LPS Mengalir, Kampus Siap Cetak Talenta
- 28 Feb 2026 16:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat kemitraan strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui penyaluran beasiswa unggulan, pembukaan program magang bagi mahasiswa dan dosen di bidang manajemen keuangan serta resolusi bank, sekaligus penyerahan 60 unit komputer untuk Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM.
Kolaborasi ini ditujukan untuk menyiapkan talenta unggul masa depan sekaligus mendorong penguatan riset ekonomi berbasis data melalui kerja sama akademik yang berkelanjutan. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyampaikan bahwa dukungan pendidikan merupakan bagian integral dari penguatan kemitraan LPS dengan kedua perguruan tinggi.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 44 mahasiswa yang menjalani magang di LPS. Selain itu, tersedia pula program magang satu bulan bagi dosen muda agar memperoleh pengalaman langsung terkait proses pengambilan keputusan dan pengelolaan resolusi bank.
“Jadi mereka betul-betul mendapatkan ilmu dan mendapatkan first hand experience,” ujarnya, Jumat, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
Terkait penetapan alokasi beasiswa, Anggito menjelaskan proses dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti jumlah rekening, alumni yang berkiprah di LPS, serta program unggulan yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi. Ia menambahkan, premi yang dikelola LPS dapat diinvestasikan untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur guna memperkuat kualitas pembelajaran serta membangun ekosistem kampus yang lebih baik.
“Jadi mereka (mahasiswa) juga mendapatkan skill yang bagus, serta infrastruktur yang mendukung. Intinya penentuan dana sosial dan kemitraan ini harus terukur dan dilakukan secara objektif,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyampaikan apresiasi atas dukungan LPS berupa beasiswa, kesempatan magang, dan bantuan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, program tersebut krusial agar mahasiswa dapat mengenal dunia kerja secara nyata, khususnya di sektor keuangan.
| Baca juga: Konsep American Corner UMY Berubah |
Ia juga menekankan peran riset sebagai “napas” perguruan tinggi, seraya berharap LPS dapat menjadi “laboratorium” kolaboratif bagi peneliti kampus untuk mengkaji isu-isu mutakhir inovasi keuangan. “Harapannya kita bisa berkolaborasi lebih lanjut, kerjasama riset, kerjasama pendidikan, hingga kerjasama yang bisa kita bangun bersama-sama,” ujarnya.
Selain penyaluran beasiswa, kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan dokumen riset oleh Direktur Grup Riset LPS Seto Wardono bersama perwakilan UGM Elan Satriawan dan UNS Prof. Irwan Trinugroho. Acara ditutup dengan penyerahan simbolis beasiswa LPS kepada perwakilan mahasiswa angkatan ketiga tahun 2026.
Beasiswa unggulan LPS memberikan bantuan UKT serta uang saku sebesar Rp9 juta per semester bagi setiap penerima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....