Mengenal Rumah Adaptif Terhadap Krisis Iklim

  • 25 Feb 2026 23:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perumahan adaptif dirancang untuk bisa menahan krisis iklim seperti banjir, gelombang panas, badai, dan kekeringan. Sembari tetap aman, terjangkau, dan layak huni, terutama bagi komunitas yang paling rentan.

Mengutip postingan instagram UN Habitat, rumah adaptif ini bukan hanya tentang bangunan yang lebih kuat. Rumah adaptif dibangun dengan menggunakan material lokal, rendah karbon, dan tahan lama. Rumah ini juga dirancang untuk tahan terhadap risiko iklim lokal dan terhubung dengan infrastruktur yang tangguh, serta melindungi mata pencaharian dan kesehatan.

Perumahan adaptif ini meliputi:

  1. Desain tahan badai: atap yang diperkuat, jendela tahan angin, dan material yang lebih kuat melindungi dari badai dan siklon.
  2. Adaptasi panas: penggunaan atap dingin, peneduh, permukaan reflektif, dan ventilasi alami membantu rumah tetap layak huni dalam cuaca panas ekstrem.
  3. Perlindungan banjir: rumah yang ditinggikan, tiang penyangga, dan sistem drainase yang tepat, melindungi dari banjir di daerah yang rentan.
  4. Konservasi air: rumah tahan iklim menggabungkan pemanenan air hujan, penggunaan kembali air limbah, dan sistem perpipaan yang efisien untuk mengatasi kelangkaan air.
  5. Infrastruktur hijau, termasuk penyertaan penyangga alami, pepohonan, dan hutan bakau, mengurangi risiko iklim seperti erosi, panas, dan banjir.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....