Pintu Belakang Angkat Horor Psikologis Keluarga Desa
- 23 Feb 2026 04:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran film layar lebar bergenre semi horor berjudul Pintu Belakang. Film produksi Bintang Cahaya Sinema ini dijadwalkan memulai proses syuting pada (23/2/2026) dan ditargetkan rampung menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Proyek tersebut diharapkan menjadi warna baru di tengah tren film horor yang masih mendominasi layar bioskop nasional.
Kabar produksi film ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di The House of Den Baguse, Jalan Sabirin, Kotabaru, Yogyakarta, Minggu 22 Februari 2026. Sejumlah pihak yang terlibat dalam produksi turut hadir, di antaranya BW Purbanegara selaku sutradara, Alex Suhendra sebagai penulis novel, Matino Lio (pemeran Koci), Zulfa Maharani (pemeran Kumbu), Iva Deivana (pemeran Nyis), serta jajaran produser.
Film Pintu Belakang diadaptasi dari novel berjudul Nyis karya Alex Suhendra. Cerita berfokus pada pasangan suami istri, Koci dan Kumbu, yang tinggal di sebuah desa terpencil. Kehidupan keduanya berubah drastis setelah kehilangan bayi yang wafat saat persalinan. Dalam situasi duka mendalam, mereka merawat seorang anak misterius bernama Nyis yang selamat dari tragedi berdarah dan mengalami trauma berat hingga kehilangan ingatan.

Teror psikologis mulai menghantui keluarga kecil tersebut ketika masa lalu kelam Nyis perlahan terungkap. Sosok makhluk yang selama ini ditakuti Nyis kerap muncul dan mengancam keselamatan mereka melalui pintu belakang rumah. Elemen inilah yang menjadi benang merah ketegangan, memadukan drama keluarga dengan nuansa horor yang intens namun tetap emosional.
BW Purbanegara mengungkapkan bahwa novel tersebut telah dibacanya sejak 2021. Namun, proses adaptasi baru terealisasi pada 2025 setelah menemukan mitra produksi yang siap menggarapnya secara serius. “Selama ini saya banyak membuat film drama. Ini pertama kalinya saya membuat film bergenre semi horor. Saya merasa tertantang untuk menyajikan tontonan yang spesial dan memperkaya khazanah film Indonesia,” ujarnya.
CEO Bintang Cahaya Sinema Rizka Shakira, menyatakan optimismenya terhadap proyek ini. Ia menargetkan proses produksi selesai bulan depan agar film dapat dipersiapkan mengikuti festival film internasional di Paris, Prancis, pada Mei 2026. “Kami percaya cerita ini punya kekuatan universal. Target kami bukan hanya pasar domestik, tetapi juga memperkenalkan karya anak bangsa ke panggung global,” katanya.
Sementara itu, Alex Suhendra menyebut Nyis merupakan karya ketiganya yang diangkat ke layar lebar. Ia berharap adaptasi ini mampu menghadirkan tafsir visual yang memperkaya cerita aslinya sekaligus menjangkau penonton yang lebih luas. “Saya berharap film ini bisa memberi pengalaman berbeda bagi pembaca novel maupun penonton baru, sehingga kisahnya hidup dengan cara yang lebih mendalam,” ucapnya. Dengan balutan drama keluarga dan sentuhan horor psikologis, Pintu Belakang diharapkan menjadi salah satu rilisan yang mencuri perhatian publik saat penayangannya nanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....