Relawan Lintas Iman Bersihkan Kelenteng Sambut Imlek
- 13 Feb 2026 16:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Puluhan relawan dari komunitas SATSET Indonesia dan Foreder memadati Kelenteng Fuk Ling Miau di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis 22 Februari 2026. Mereka datang bukan untuk beribadah, melainkan membawa sapu, lap, serta berbagai peralatan kebersihan. Aksi sosial ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sekaligus mempererat semangat kebersamaan antar warga.
Para relawan dengan sigap menyisir halaman hingga sudut-sudut bangunan kelenteng. Debu dan kotoran yang menempel dibersihkan secara menyeluruh, mulai dari area luar hingga bagian dalam rumah ibadah. Mereka mengelap lantai, membersihkan altar, serta merawat patung-patung dewa yang menjadi simbol penting dalam peribadatan umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa.
Koordinator Aksi Swastika Tri Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas, termasuk relawan lintas agama. Ia menilai aksi bersih-bersih bersama menjadi wujud nyata menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta. “Kita menjaga toleransi. Kita melihat bahwa kondisi kelenteng masih bisa kita bersihkan bareng-bareng,” ujarnya.
Menurut Swastika, momentum menjelang Imlek menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, tetapi juga simbol kepedulian dan persaudaraan antar umat beragama. “Ini tahun kedua kami membantu teman-teman untuk membersihkan kelenteng. Semua orang saudara dalam kemanusiaan,” katanya.
Salah seorang relawan Andriyani, mengaku telah dua kali mengikuti kegiatan serupa. Sebagai seorang Muslim, ia merasa tidak ada batasan untuk berbuat baik dan membantu sesama, terutama dalam menjaga kebersihan rumah ibadah. “Saya ikut membantu karena merasa sebagai saudara, sama-sama warga Jogja,” ucapnya.
Ketua Yayasan Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Angling Wijaya yang akrab disapa Ang Ping Siang, menyampaikan persiapan Imlek dilakukan secara bertahap melalui rangkaian kegiatan ibadah dan pembersihan. Ia menyebut dukungan masyarakat lintas agama menjadi energi positif bagi pengurus kelenteng dalam menyambut hari besar tersebut. “Kami melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah untuk menyambut Imlek 2026. Semua dipersiapkan agar umat bisa berdoa dengan khusyuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembersihan patung dewa dan dewi dilakukan menggunakan air suci yang dicampur bunga mawar sebagai simbol penyucian lahir dan batin. Dari ratusan duplikat patung yang tersimpan, hanya 23 patung yang ditempatkan di altar utama. Selain dimandikan, busana patung juga diganti dengan kain baru sebagai bagian dari tradisi penyucian. Kegiatan gotong royong tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan kelenteng, tetapi juga memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat. (Hariansyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....