Pentingnya Toleransi dan Kebhinekaan
- 13 Feb 2026 10:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Program dialog interaktif Kawruh edisi, Jumat, 13 Februari 2026 menghadirkan pembahasan terkait toleransi dan kebhinekaan sebagai investasi karakter generasi tangguh ditengah polarisasi. Dialog berlangsung di Studio Programa 4 RRI Yogyakarta, Jalan Ahmad Jazuli 4 Yogyakarta. Dialog interaktif dipandu oleh penyiar RRI Yogyakarta Gilang Kinantyo Rahmat.
Program kawruh menghadirkan narasumber Dosen dari Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY). Dosen yang mengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ahmad Nasir Ari Bowo, S.Pd, M.Pd. Nasir aktif di bidang Pendidikan dan dalam kegiatan akademik.
Pagi hari ini Nasir hadir sharing pengalaman tentang tema toleransi dan kebhinekaan sebagai investasi karakter di era polarisasi. “Poin pentingnya toleransi ini bukan hanya sekedar wacana tapi keharusan. Toleransi harga mati eksistensi Bangsa dan Negara, harus dilakukan, “ucapnya.
Nasir mengatakan dari aspek sejarah Bangsa Indonesia ada diawali dengan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. “Bangsa Indonesia Bangsa kita ada dengan sendirinya karena toleransi dan kebhinekaan dan Sumpah Pemuda berbangsa yang satu dan wujud. Diawali toleransi dan keberagaman, “katanya.
Selanjutnya dalam dialog Nasir mengatakan toleransi dan kebhinekaan diawali dari masa-masa pendahulu kita. “Kita teruskan toleransi dan kebhinekaan harga mati. Kita saat ini hidup setelah Indonesia merdeka, sebelum merdeka perjuangannya luar biasa,”ucapnya.
Dalam perjuangan kita lahir setelah Indonesia Merdeka, dan kita punya PR melanjutkan tujuan Bangsa Indonesia. “Cita-cita negara toleransi dan kebhinekaan ini sebagai landasan moral dalam mencapai tujuan Bangsa, “katanya.
Nasir menambahkan Eksistensi Bangsa dan negara atau keberlangsungan Bangsa dan negara diawali bagaimana Bangsa Indonesia bertoleransi dan berkebhinekaan. Penerapan toleransi dan kebhinekaan dinamis. Perkembangan dinamis dan masyarakat tertentu yang memegang teguh nilai toleransi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....