SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Gelar Literasi Digital

  • 01 Feb 2026 09:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menggelar pelatihan literasi digital bertajuk "Inovasi Konten di Ruang Maya: Syiar Bahasa Makin Berdaya". Kegiatan spesial ini diikuti oleh siswa kelas 7F dan 8F International Language Class (ILC) yang antusias mendalami dunia kreatif digital.

Acara ini menghadirkan narasumber  Saviera Ajeng, konten kreator bahasa daerah sekaligus Duta Bahasa yang sukses mengemas konten kebahasaan hingga viral dan trending. Sosok yang akrab disapa "Mbak Jawa" ini membagikan rahasia suksesnya mengubah bahasa daerah yang dianggap kaku menjadi tontonan yang segar dan profesional di media sosial.

Dalam paparannya, Saviera menekankan pentingnya interaksi untuk memicu algoritma. "Para kreator harus mampu memberikan 'bumbu pemantik' atau hook yang sangat menarik pada tiga detik pertama video," ujar Saviera. Menurutnya, teknik ini krusial agar penonton tidak sekadar lewat, tetapi bersedia menyimak pesan syiar bahasa hingga tuntas.

Dalam estetika visual dan auditori, menurut  Saviera  dalam teknik pengambilan gambar dan konsistensi branding  harus dibuktikan  dengan kemasan yang tepat, konten edukasi bahasa bisa bersaing di halaman utama (FYP) dan mendapatkan reputasi digital yang positif.

Suasana ruang pertemuan seketika hidup saat sesi praktik dimulai. Para siswa ILC tidak hanya duduk diam, mereka langsung mengeksekusi ide-ide kreatif, mencoba sudut pandang kamera yang unik, dan berkolaborasi langsung dengan Saviera Ajeng. Keriuhan memuncak saat sesi pembuatan konten bersama, di mana teori yang didapat langsung dituangkan dalam karya spontan.

Fajar Noor Trisna, perwakilan guru SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, menyatakan kebanggaannya atas energi positif para siswa.

"Saya berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti satu hari, namun siswa bisa melakukan tindak lanjut dan praktik langsung untuk memproduksi konten edukatif yang menginspirasi masyarakat luas," ujar Fajar.

Pihak sekolah berkomitmen menjadikan literasi digital sebagai kompetensi wajib bagi siswa ILC. Melalui sentuhan tangan dingin narasumber Saviera Ajeng, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga cakap berdakwah dan bersyiar melalui teknologi digital yang kini kian kompleks. (Gilang Kinantyo Rahmat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....