Harga Tiket Pesawat di Indonesia Mahal, Ini Faktornya

  • 28 Jan 2026 14:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Harga tiket pesawat terbang domestik di Indonesia, terbilang cukup mahal. Situasi ini biasanya terjadi, menjelang libur momentum libur panjang dan meningkatnya mobilitas masyarakat di awal tahun 2026.

Pakar Kebijakan Publik UMY Suranto menyampaikan hal itu, saat melihat harga tiket pesawat yang setara, di beberapa rute domestik strategis. Seperti rute Jakarta-Makassar, Jakarta-Jayapura, hingga Yogyakarta-Medan.

”Bahkan harga tersebut lebih mahal, dibandingkan harga tiket pesawat untuk rute internasional,” katanya, Rabu, 28 Januari 2026. ”Rute penerbangan internasional terutama yang menuju ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat di media sosial, sehingga mendorong munculnya kritik terhadap minimnya peran negara. Yaitu dalam mengendalikan tarif moda transportasi udara sebagai bagian dari layanan publik.

Mahalnya tiket penerbangan domestik bahkan mendorong sebagian masyarakat dari wilayah Sumatra dan Indonesia Timur, memilih rute internasional sebagai alternatif yang lebih murah. Hal ini jelas terlihat sangat ironis.

”Banyak warga Aceh atau Medan pulang lewat Malaysia,” katanya. ”Harga tiket separuh lebih murah, dibandingkan dari Yogyakarta–Jakarta–Aceh.”

Suranto menyebut sejumlah faktor utama, penyebab harga tiket pesawat domestik tetap tinggi. Salah satunya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen, yang dibebankan pada tarif tiket pesawat dan harga bahan bakar avtur.

Kondisi ini sangat berbeda dengan penerbangan internasional yang tidak dikenakan PPN. Penerbangan domestik justru menanggung beban pajak berlapis, yang dampaknya langsung dirasakan para penumpang saat membeli tiket.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....