Berbagai Jenis Tanaman yang Bisa Bergerak Sendiri

  • 24 Nov 2025 08:35 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Beberapa tanaman dibekali kemampuan khusus untuk menggerakkan daun, batang, atau akar gantung secara aktif. Walau tidak seaktif hewan, namun gerak pada tanaman cukup memukau.

Dilansir dari www.apartmenttherapy.com beberapa tanaman yang bisa bergerak

1. Putri Malu (Mimosa pudica)

Mimosa pudica atau putri malu kita kenal karena daunnya yang menutup dengan cepat begitu disentuh. Gerakannya dikenal sebagai tigmonasti. Ketika putri malu disentuh, sel pulvinus di dasar tangkai daunnya akan melepas beberapa ion. Perubahan konsentrasi ion akan membuat hilangnya tekanan turgor di sel pulvinus sehingga hilang kekakuan dan daun melipat. Dengan daun yang menutup, putri malu terlihat layu dan tidak menarik untuk dimakan hewan herbivora.

2. Socratea exorrhiza, palem yang bisa berjalan

Akar palem ini menjulur keluar dari tanah, membuat palem ini tampak seperti berdiri dan berjalan. Orang-orang menjulukinya the walking palm. Palem ini menggunakan akarnya untuk berjalan menjauhi jika ada pohon atau bibit lain yang menimpanya. Palem ini juga berjalan menuju tempat yang terkena sinar matahari.

3. Tanaman penari (Desmodium gyrans)

Sejenis tanaman kacang-kacangan dari Asia Tenggara. Saat terpapar rangsangan dari luar, tanaman ini akan menggerakkan daun-daunnya dalam gerakan melingkar dan naik-turun secara teratur dan ritmis. Gerakan ini bertujuan sebagai mekanisme pertahanan untuk mengusir herbivora atau serangga yang berpotensi menghalangi fotosintesis dan merusak dancing plant.

4. Tali Putri (Cuscuta)

Tanaman parasit yang mampu bergerak mencari inangnya. Benih tali putri akan tumbuh dan bergerak dalam pola melingkar untuk menemukan inang yang cocok. Gerakan melingkar atau sirkumnutasi ini memungkinkan tali putri untuk menemukan tanaman yang dapat dijadikan inang. Selanjutnya, tali putri akan melilitkan dirinya, menembus jaringan inang, dan menyerap nutrisinya.

5. Drosera

Drosera merupakan tanaman karnivora pemakan serangga. Tanaman ini menarik perhatian serangga menggunakan tetesan yang disebut dew yang ada di tentakel daunnya. Tetesan dew yang lengket membuat serangga yang hinggap tidak bisa melarikan diri. Perlahan, rambut-rambut di tentakal sundews akan membungkus dan mengikat serangga tersebut dan mencernanya. (Dina/par)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....