Rahasia Menata Telur Tahan Lama dan Anti Pecah
- 12 Nov 2025 08:25 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Telur merupakan salah satu bahan pangan pokok yang wajib ada di setiap rumah. Namun, salah penataan dan penyimpanan dapat membuat telur cepat busuk, bahkan retak sebelum diolah.
Para ahli menyarankan beberapa trik sederhana namun efektif selain itu ibu-ibu selalu mencari berbagai cara untuk menjamin kesegaran dan keutuhan telur lebih lama. Seperti hal yang telah dilakukan Nurlaela akrab disapa bu Ela dari Gang Pacar, Bendan, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah ini berbagi cara praktis menyimpan dan menata telur.
Berikut adalah strategi penataan telur yang teruji untuk meminimalkan risiko pecah dan pembusukan:
1. Hindari pintu kulkas, utamakan stabilitas suhu
Kesalahan penyimpanan yang paling umum adalah meletakkan telur di rak khusus pada pintu kulkas.
Tips kunci: pintu kulkas adalah area yang paling rentan terhadap fluktuasi suhu karena sering dibuka-tutup. Perubahan suhu yang drastis ini mempercepat hilangnya kualitas dan memicu pertumbuhan bakteri.
Sebaiknya, simpan telur di rak tengah atau rak belakang kulkas, yang memiliki suhu paling dingin dan paling konsisten (idealnya di bawah 4∘C).
2. Gunakan karton asli dan jaga tetap kering
Jangan pernah membuang karton telur aslinya. Karton tersebut berfungsi ganda:
- Peredam Benturan: Karton menahan telur agar tidak bergesekan satu sama lain, mencegah keretakan.
- Penangkal Bau: Cangkang telur memiliki pori-pori. Karton yang terbuat dari bahan komposit membantu mencegah telur menyerap bau dan rasa dari makanan lain yang beraroma tajam di dalam kulkas.
Perhatian: Jangan cuci telur sebelum disimpan. Lapisan pelindung alami (kutikula) pada cangkang mencegah bakteri masuk. Mencuci telur akan menghilangkan lapisan ini dan membuat telur lebih rentan busuk. Jika telur sangat kotor, cuci hanya sebelum akan digunakan.
3. Posisi terbalik: ujung runcing di bawah
Ini adalah trik yang sering diabaikan akan tetapi sangat efektif untuk memperpanjang usia simpan telur.
- Penerapan: Simpan telur dengan posisi ujung runcing di bagian bawah, dan bagian yang lebih tumpul menghadap ke atas.
- Alasan ilmiah: Bagian tumpul telur memiliki kantong udara. Ketika bagian tumpul berada di atas, kantong udara tetap terperangkap dan tidak menekan kuning telur. Hal ini menjaga kuning telur tetap berada di tengah, mencegah pembusukan, dan mempertahankan kesegaran lebih lama.
4. Alternatif tanpa kulkas: Rendam atau beras
Bagi yang tidak memiliki kulkas, ada dua metode penyimpanan yang dapat diterapkan:
- Penyimpanan dalam beras: Menanam telur di dalam wadah berisi beras kering dapat membantu menjaga suhu yang stabil dan melindungi dari guncangan. Metode ini diklaim mampu memperpanjang umur simpan telur hingga beberapa pekan.
- Lapisan minyak kelapa: Olesi seluruh permukaan cangkang telur dengan minyak kelapa (atau minyak sayur lainnya) sebelum disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Minyak berfungsi sebagai lapisan pelindung buatan yang menghalangi pori-pori cangkang dari udara luar dan bakteri.
Dengan menerapkan tips penataan dan penyimpanan yang tepat ini, Anda tidak hanya menghemat uang karena telur lebih awet, tetapi juga memastikan kualitas bahan makanan yang disajikan di meja makan. (titik/ros)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....