Anjuran Berpuasa di Bulan Muharram
- 30 Jun 2025 16:29 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di antara amalan sunat yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah puasa sunat, khususnya puasa pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharam. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharam."
(HR. Muslim)
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu."
(HR. Muslim)
Namun, untuk menyelisihi kebiasaan orang Yahudi yang juga berpuasa di hari Asyura, Rasulullah menganjurkan agar kaum Muslimin juga menambahkan puasa sehari sebelum atau sesudahnya, yaitu pada tanggal 9 muharam (Tasu'a) atau 11 muharam. Ini untuk menunjukkan perbedaan prinsip umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Puasa di bulan Muharam, terutama pada hari Tasu’a dan Asyura, bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ketakwaan, mengenang perjuangan para nabi, serta mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Dikutip dari Youtube Adi Hidayat official, tentang Puasa Muharram, diantaranya adalah sebagai berikut:
Keutamaan Puasa Asyura (10 Muharram)
Menurut penjelasan Ustadz Adi Hidayat, puasa pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan hari Asyura memiliki keutamaan istimewa, yakni mampu menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Beliau mengutip hadits Nabi sebagai dasar, dan menegaskan bahwa 'puasa Asyura berpotensi menggugurkan dosa-dosa setahun yang telah lalu.
Sejarah Puasa Asyura
Menurut UAH, tradisi ini bukan berasal dari Nabi saja, melainkan adalah warisan adat dari masyarakat Quraisy dan Yudaisme pra-Islam, yang kemudian disyariatkan oleh Nabi ketika memasuki Madinah. Beliau menyatakan: "Puasa Asyura ini telah ada sejak era Nabi Muhammad... kebiasaan puasa 10 Muharram itu sudah ditemukan dan dikerjakan di kalangan Quraisy di zaman jahiliyah".
Anjuran Puasa Tasu’a (9 Muharram)
Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan anjuran untuk melaksanakan puasa tambahan sehari sebelum atau sesudah Asyura, sebagai bentuk kesunahan dan pembeda dari praktik kaum Yahudi.
Beliau menambahkan bahwa puasa Muharram sering memicu motivasi untuk menjalankan amalan lain“Kalau Anda ingin mengamalkan satu amalan dan banyak amalan lain mengikuti”karena puasa dapat menjadi pemicu spiritual yang mengilhami amalan seperti sedekah, shalat sunnah, dan dzikir.
Puasa sunat di bulan Muharram, khususnya pada hari Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain sebagai bentuk ibadah, puasa ini juga menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah, sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya memiliki nilai pahala yang lebih besar.
Mari kita manfaatkan momentum mulia ini untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal shaleh, dan menata ulang niat serta semangat dalam menjalani kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima setiap amal kita dan menjadikan kita hamba yang istiqamah dalam kebaikan. (Rini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....