Fakta Menarik Tanaman Kratom

  • 25 Okt 2024 14:23 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Tanaman Krantom di Asia Tenggara khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan budaya lokal.

Laman bppk.kemenkeu.go.id menyebutkan tumbuhan ini menjadi salah satu komoditas penting yang menopang perekonomian banyak masyarakat lokal terutama di wilayah Kalimantan.

Kratom dengan nama ilmiah Mitragyna speciosa Korth memiliki sejarah penggunaan medis tradisional yang panjang. Masyarakat di Asia Tenggara telah lama memanfaatkan daun kratom untuk mengatasi berbagai masalah Kesehatan mulai dari nyeri kronis hingga gangguan kecemasan.

Upaya untuk mengeksplorasi potensi kratom ini mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Lembaga-lembaga seperti Kementerian Kesehatan, BRIN, dan BPOM masih menyelidiki lebih dalam.

Fakta-fakta menarik tentang kratom:

1. Identitas Tanaman Kratom

Kratom adalah anggota keluarga Rubiaceae, sekeluarga dengan tanaman kopi. Pohon ini memiliki batang lurus dan kulit berwarna abu-abu kecoklatan dengan daun yang berwarna hijau atau coklat kemerahan. Biasanya, kratom tumbuh di dekat aliran sungai pada tanah alluvial yang kaya bahan organik.

2. Senyawa Alkaloid yang Berharga

Daun kratom mengandung berbagai senyawa alkaloid dengan potensi manfaat kesehatan yang signifikan. Senyawa seperti mitragynine yang memiliki efek 13 kali lebih kuat daripada morfin, serta 7-hydroxymitragynine yang efektif sebagai analgesik.

3. Meningkatkan Mood dan Potensi Antidepresan

Masyarakat menggunakan kratom untuk membantu mengurangi gejala kecanduan opioid, serta potensi antidepresannya yang mampu menurunkan kadar kortikosteron, hormon yang berkaitan dengan stres dan depresi.

4. Nilai Kratom Dari Aspek Ekonomi

Masa panen daun kratom cukup cepat yakni saat tanaman berumur 6 bulan dengan tinggi sekitar 1 m dengan cara memetik daun yang sudah tua, dengan menyisakan sekitar 4-6 helai daun muda pada bagian pucuk. Panen pertama menghasilkan sekitar 0,5–0,75 kg/pohon. Panen kedua dilakukan 1,5–3 bulan setelah panen pertama tergantung kondisi tanaman. Hasil panen kedua umumnya meningkat sekitar 30%. Panen selanjutnya dilakukan setiap 1,5 - 3 bulan dengan hasil panen semakin meningkat

5. Risiko Efek Samping

Meskipun penggunaan kratom dalam dosis kecil jarang menimbulkan dampak signifikan, dosis besar dapat menyebabkan efek samping seperti mual, sembelit, keringat berlebihan, gatal, pusing, mulut kering, hingga halusinasi dan kejang.

6. Beragam Cara Mengolah Kratom

Daun kratom dapat dikonsumsi dalam berbagai cara sesuai preferensi pengguna. Mulai dari mengunyah langsung daunnya, menggerus menjadi bubuk, menyeduh menjadi teh, mengasap, hingga mengolahnya menjadi suplemen dalam bentuk pil atau kapsul. Setiap metode memiliki kelebihan tersendiri, memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memilih cara yang paling nyaman dan efektif bagi mereka. (Dina/par)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....