Membingungkan, Seorang Tukang Becak dari Kulon Progo Masuk Desil 9
- 25 Agt 2026 09:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO — Upaya Timbul, warga Padukuhan Ngentakrejo, Kemewan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, untuk memutus rantai kemiskinan keluarganya melalui pendidikan tinggi mengalami kendala. Tukang becak yang mengais rezeki di kawasan Malioboro ini kebingungan setelah data tingkat kesejahteraan keluarganya naik mendadak, dari Desil 1 ke Desil 9.
Akibat perubahan ini, putra Timbul, Luki Aryawijaya, kesulitan mengurus keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk studinya dan saat ini harus memakai jalur mandiri. Ia terancam gagal mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Luki saat ini menjadi mahasiswa baru di program studi Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Timbul mengaku, selama ini keluarganya tercatat berada pada kategori Desil 1, yakni kelompok masyarakat miskin yang berhak menerima berbagai skema bantuan sosial dan pendidikan dari pemerintah.
Namun, dalam data terbaru, status kesejahteraannya melonjak ke Desil 9.atau kelompok sangat mampu atau mendekati elit ekonomi. Hal ini otomatis menggugurkan kepesertaan Luki dalam program KIP-Kuliah. Akibatnya hal ini, ia justru dibebani biaya pendidikan jalur Mandiri yang mencapai Rp15 juta.
Untuk menutup biaya tersebut, Timbul Timbul telah menyetor uang muka sekitar Rp7,5 juta hingga Rp10 juta, dengan sisa pelunasan ditenggat hingga akhir Desember mendatang.
Biaya awal tersebut berasal dari tabungan pribadi anaknya dengan ditambah bantuan kakaknya.
Timbul, menegaskan dirinya tidak pernah mendapat verifikasi atau wawancara lapangan terkait kenaikan kelas ekonomi keluarganya tersebut. Ia hanya berharap, permasalahan ini bisa dituntaskan, dan desilnya bisa kembali ke semula.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....