Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Tinjau Kerusakan Bangunan Jetty Bogowonto
- 15 Agt 2026 05:24 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Gelombang laut ekstrem di kawasan pantai selatan Jawa menyebabkan pergeseran pada susunan material tetrapod pemecah gelombang (jetty) Sungai Bogowonto di Kabupaten Kulon Progo. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak langsung menerjunkan tim untuk memantau dan mengidentifikasi kondisi infrastruktur tersebut secara mendalam.
Informasi awal terkait potensi gelombang ekstrem di pantai selatan diterima BBWS Serayu Opak pada tanggal 11 Agustus 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim dari BBWS Serayu Opak langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Dari hasil identifikasi awal di lapangan, petugas menemukan adanya pergeseran pada jajaran tetrapod pengaman di bagian ujung jetty Sungai Bogowonto sebelah barat. Pergeseran struktur penahan gelombang tersebut diperkirakan mencapai kisaran 6 meter.
Meski terjadi pergeseran sekitar 6 meter pada area terdampak, dipastikan kerusakan tersebut masih tergolong kecil secara keseluruhan. Jika dibandingkan dengan total panjang bangunan jetty yang mencapai 306 meter pada masing-masing sisi (timur dan barat), persentase kerusakan diperkirakan hanya sekitar 2 persen.
Sehingga secara kinerja fisik dan fungsi, bangunan jetty Bogowonto masih berjalan sangat baik. Pergeseran ini belum memberikan dampak atau pengaruh negatif terhadap fungsi utamanya, yaitu mengendalikan muara agar tetap terbuka bebas dari sedimentasi, menjaga kelancaran aliran sungai menuju laut, serta menjaga stabilitas kawasan Muara Bogowonto.
Mengenai penanganan teknis dan perbaikan jetty, pihak BBWS Serayu Opak saat ini masih dalam tahap pemantauan dan observasi berkala. Penanganan secara fisik belum dapat dilakukan dalam waktu dekat mengingat kondisi gelombang laut di pantai selatan masih fluktuatif dan tinggi.
Opsi lainnya adalah Menambahkan unit tetrapod baru pada celah-celah yang mengalami penurunan atau kekosongan akibat hantaman gelombang.
"Penanganan pastinya akan ditentukan setelah hasil identifikasi lanjutan keluar secara menyeluruh. Yang terpenting saat ini adalah situasi di lapangan tetap terkendali dan fungsi muara sungai dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar tetap berjalan optimal," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....