Garebeg Syawal, Melestarikan Tradisi Kesucian Idulfitri

  • 21 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Garebeg Syawal merupakan tradisi yang digelar Keraton Ngayogyakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/Tahun Dal 1959. Tahun ini, Garebeg Syawal digelar pada Jumat, 20 Maret 2026.

Tepat pukul 09.00 WIB, iring-iringan bregada prajurit dan gunungan mulai menuruni Siti Hinggil di Pagelaran Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman. Setidaknya ada lima gunungan yang dibagikan pada prosesi ini.

Kelima gunungan tersebut yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri atau Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan. Ada dua Gunungan Kakung yang diperuntukkan masing-masing untuk Masjid Gedhe dan Pura Pakualaman, lalu gunungan berupa pareden wajik diberikan untuk Kepatihan dan Ndalem Mangkubumen.

Selain itu, ada juga satu buah gunungan lainnya, yakni Gunungan Pawuhan yang dibagikan khusus untuk abdi dalem Kawedanan Pengulon.

Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaan Garebeg Syawal tahun ini, di mana tidak ada lagi iring-iringan gajah seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang melarang adanya gajah tunggang di lembaga konservasi.

Meski begitu, suasana tetap meriah dan tidak mengurangi antusias warga untuk menyaksikan langsung Garebeg Syawal 1447 H.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....