Smart Farming di Lumbung Mataraman Bulak Peni Budidaya Melon Berbasis IoT

  • 27 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Pemanfaatan kemajuan terknologi terutama di bidang pertanian semakin meluas. Lumbung Mataraman Bulak Peni, Giripeni, Wates sudah mengadopsi teknologi penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dalam budidaya melon Kirin.

Penerapan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi dengan ahli dari Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. Johan Nur Ramadhani, perwakilan Instiper yang membantu proses instalasi, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memastikan ketepatan nutrisi bagi tanaman.

Sistem penyiraman yang diterapkan menggunakan metode drip test (irigasi tetes) yang langsung menyasar pada media tanam cocopeat di dalam polybag. Keunggulan utamanya terletak pada integrasi modul elektronik dengan aplikasi TUYA yang terpasang di smartphone pengelola.

"Sistem kerjanya dengan cara meng-input program atau jadwal sesuai dengan alur yang diberikan. Jadi, jadwal sudah ada dan pengelola hanya perlu memantau saja," ujar Johan.

Proses instalasinya pun tergolong ringkas dan tidak rumit. Komponen utamanya hanya membutuhkan modul internet yang terintegrasi dengan ekosistem TUYA dan koneksi smartphone. Dengan alat ini, pengelola tidak perlu lagi menyalakan mesin pompa secara manual di lokasi.

Penerapan sistem berbasis IoT di green house melon Lumbung Mataraman Bulak Peni bertujuan untuk modernisasi pertanian guna mendorong petani agar lebih “melek” teknologi. Pengontrolan dan pemantauan tanaman dapat dilakukan dari jarak jauh, sehingga memangkas waktu kerja di lapangan. Penyiraman otomatis juga menjamin tanaman mendapatkan air sesuai dosis dan waktu yang telah diprogram.

“Ya dengan kemajuan teknologi sekarang, kita harap petani pun juga bisa beradaptasi memanfaatkan teknologi untuk hasil yang lebih baik,” ujar Iswanto Adi S., Lurah Giripeni.

Dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY, langkah maju di Lumbung Mataraman Bulak Peni Giripeni ini diharapkan menjadi pemantik bagi petani di wilayah lain di Kulon Progo. Kedepan para petani diharapkan bisa mulai mengadopsi sistem smart farming demi mewujudkan ketahanan pangan yang lebih mandiri dan efisien di masa depan.

Rekomendasi Berita