KWT Unjuk Gigi di Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026

  • 04 Okt 2026 07:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta— Perhelatan Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman di Jogja Agro Park semakin meriah dengan kehadiran berbagai Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai wilayah. Para anggota KWT memanfaatkan ajang ini untuk memamerkan dan memasarkan langsung hasil panen serta aneka olahan pangan kreatif buatan mereka kepada para pengunjung Sabtu 3 Oktober 2026.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah KWT Alam Harmoni asal Kedung Sari. Mereka menawarkan beragam buah, sayur, serta jus buah kesehatan segar yang dipetik langsung dari kebun sendiri.

Hebatnya lagi, seluruh tanaman dibudidayakan menggunakan pupuk alami berupa pupuk kandang yang diolah secara mandiri. Berbagai produk sehat berkualitas tinggi ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp3.000.

Tak kalah menarik, stan milik KWT Melati asal Gunung Kidul turut diserbu pengunjung. Selain menjual buah segar, kelompok ini memasarkan aneka keripik hasil olahan tangan sendiri, seperti keripik bayam, keripik talas, keripik debog pisang, hingga keripik pisang.

Tak kalah menarik, stan milik KWT Melati asal Gunung Kidul. (Foto:RRI/Liani)

Inovasi unggulan mereka adalah produksi tepung pisang buatan sendiri yang dapat diolah menjadi banana cookies. Menurut para anggota KWT Melati, tepung pisang ini juga sangat potensial dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi sekaligus bahan dasar pembuatan bubur yang bergizi.

Sementara itu, Ibu Godek bersama KWT Sridadi dari Gunung Kidul memperkenalkan berbagai produk buah dan sayur segar hasil perkebunan kelompok mereka di Lumbung Mataraman yang berlokasi di lahan pertanian Piaman.

“Ya ini hasil kami menanam, dan diharapkan selain untuk ketahan pangan keluarga namun masih lebih untuk kami jual juga, dan menambah pendapatan kami juga, “ujar bu Godek.

Dalam proses budidayanya, KWT Sridadi menerapkan standar kualitas yang ketat dengan menggunakan pupuk kandang serta penyemprotan disinfektan demi menjaga kesehatan tanaman. Di samping produk segar, sebagian anggota KWT Sridadi juga aktif mengolah singkong menjadi aneka kerupuk singkong siap saji yang turut dipasarkan dalam pameran tersebut.

Stand-stand yang memeriahkan Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman. (Foto:RRI/Liani)

Kehadiran dan partisipasi aktif para Kelompok Wanita Tani dalam Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman membuktikan bahwa kaum perempuan di sektor pertanian mampu berinovasi secara luar biasa. Tidak hanya terampil bercocok tanam secara ramah lingkungan, mereka juga cakap dalam mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Keikutsertaan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, memperluas jaringan pemasaran produk lokal, sekaligus menginspirasi lebih banyak kelompok tani di Yogyakarta untuk terus berkarya dan berinovasi.(liani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....