Sukses Budidayakan Melon, Kalurahan Muntuk Panen Perdana Varietas Chamoe Korea
- 02 Okt 2026 19:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, kembali menorehkan pencapaian gemilang dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi strategis dengan Saemaul Foundation, Kalurahan Muntuk sukses melaksanakan panen perdana buah melon varietas unggul asal Korea Selatan, salah satunya jenis chamoe (melon Korea), serta varietas populer seperti rock melon dan melon Amanda, dengan total populasi mencapai 700 pohon Kamis, 1 Oktober 2026.
Program percontohan ini merupakan bagian dari pengembangan desa percontohan Saemaul yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah DIY sejak tahun 2025 lalu. Sebagai wujud konkret program tersebut, sebuah fasilitas greenhouse modern dibangun pada bulan April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan proses budidaya pada bulan Juli hingga akhirnya memasuki masa panen perdana.
Direktur Saemaul Foundation Kantor Perwakilan Indonesia, Mr. Seunghoon Hong, mengapresiasi perkembangan program ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama dalam kerangka Desa Percontohan Saemaul dirancang sebagai investasi jangka panjang hingga tahun 2029. Partisipasi aktif dari masyarakat, Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal), dan pemerintah setempat menjadi kunci utama agar program ini tidak berhenti pada penyelesaian proyek semata, melainkan dapat terus berkembang dan direplikasi di wilayah-wilayah lain demi mendongkrak sektor pembangunan ekonomi.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Muntuk, Marsudi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kerja sama yang terjalin. Pemanfaatan greenhouse yang telah berdiri ini diharapkan mampu memberikan dampak transformatif nyata bagi taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
“Dengan adanya kegiatan ini warga kami biar bisa semakin maju, dan akan praktek menanam sehingga ketahanan pangan di wilayah kami benar-benar terjaga, “ujar Marsudi.
Kegiatan panen perdana ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi hortikultura semata, tetapi juga diintegrasikan secara langsung dengan konsep Lumbung Mataraman dan penguatan ketahanan pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain menikmati hasil panen buah melon berkualitas tinggi, kegiatan ini juga mengusung misi edukasi bagi masyarakat sekitar. Diharapkan ke depannya, warga setempat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menguasai teknik budidaya melon modern secara mandiri. Melalui langkah edukasi dan pemberdayaan ini, budaya menanam mandiri diharapkan dapat tertanam di setiap daerah guna mewujudkan kedaulatan serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....