Eling lan Waspada, Sri Sultan Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan

  • 09 Sep 2026 05:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kesibukan bekerja kerap membuat seseorang mengabaikan kondisi kesehatan tubuh. Padahal, berbagai tanda yang muncul dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan para pekerja agar lebih peka membaca tanda-tanda tersebut dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Menurut Sri Sultan, kesadaran menjaga kesehatan merupakan bagian dari laku eling lan waspada, yakni senantiasa mengingat, memahami, sekaligus menjaga kondisi tubuh yang digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Eling kepada tubuh yang selama ini kita gunakan untuk bekerja dan mencari nafkah, dan waspada terhadap tanda-tanda kecil yang kadang diabaikan karena kesibukan, tuntutan pekerjaan, atau rasa sungkan untuk memeriksakan diri. Dengan demikian, menjaga kesehatan adalah bentuk tanggung jawab kepada diri sendiri, kepada keluarga, dan kepada masa depan,” ucap Sri Sultan saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan dan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Komunitas Perusahaan di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa, 08 September 2026.

Sri Sultan menilai masih banyak pekerja yang cenderung mengesampingkan kesehatan selama tubuh masih mampu menjalankan aktivitas dan menyelesaikan pekerjaan. Waktu istirahat pun sering kali baru diberikan ketika kondisi tubuh sudah terasa berat.

Karena itu, pelaksanaan CKG bagi komunitas perusahaan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan pekerja dapat menjalankan aktivitas dalam kondisi aman, sehat, dan terlindungi.

Kegiatan tersebut digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY.

“Pekerja yang sehat akan bekerja dengan lebih baik. Keluarga yang merasa aman juga akan lebih tenang menjalani kehidupannya. Karena itu, kegiatan cek kesehatan gratis bagi pekerja memiliki arti penting,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan juga berharap pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada proses skrining. Hasil pemeriksaan perlu ditindaklanjuti agar kondisi kesehatan yang telah teridentifikasi dapat memperoleh penanganan maupun langkah pencegahan yang sesuai.

“Lingkungan kerja perlu terus diperbaiki, komunikasi antara pekerja, pemberi kerja, pemerintah, dan tenaga kesehatan perlu dijaga. Semoga pencanangan ini menjadi langkah awal untuk tumbuhnya budaya kerja yang lebih peduli, lebih sehat, dan lebih humanis,” ucap Sri Sultan.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Anna Rina Herbranti, mengatakan kesehatan pekerja memiliki posisi strategis bagi pembangunan daerah. Kondisi kesehatan pekerja berpengaruh terhadap produktivitas, keberlangsungan usaha, kesejahteraan keluarga, hingga daya saing daerah.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan upaya promotif serta preventif di bidang kesehatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62 tahun 2026 pada 11 November mendatang.

Anna menyebut capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di DIY masih perlu ditingkatkan. Pada 2025, capaian CKG tercatat sebesar 23,30 persen dari target 36 persen.

Sementara pada 2026, target CKG dinaikkan menjadi 46 persen untuk seluruh kelompok umur. Hingga saat ini, capaian sementara tercatat sebesar 19,32 persen.

Khusus kelompok usia produktif 15–59 tahun, target CKG pada 2026 ditetapkan sebesar 45 persen. Namun, capaian sementara baru mencapai 13,07 persen. Untuk mengejar target tersebut, diperlukan percepatan capaian hingga delapan persen per bulan sampai akhir 2026.

“Berdasarkan data wajib lapor ketenagakerjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 20.336 perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 296.441 orang. Besarnya jumlah perusahaan dan pekerja tersebut menunjukkan potensi sasaran pemeriksaan kesehatan yang sangat luas melalui tempat kerja. Sekaligus menegaskan pentingnya memperluas deteksi dini karena pekerjaan menghabiskan sebagian besar waktu produktifnya di lingkungan kerja,” kata Anna.

Menurut Anna, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di DIY dalam memfasilitasi pemeriksaan kesehatan pekerja. Perusahaan juga didorong membangun kemitraan berkelanjutan dengan puskesmas di wilayah kerja masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan menjadi titik awal perluasan gerakan Cek Kesehatan Gratis di tempat kerja ke seluruh wilayah DIY.

“Sinergi pemerintah, perusahaan, fasilitas layanan kesehatan, organisasi pengusaha, serikat pekerja, restrikas guru, BPJS, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pemeriksaan kesehatan pekerja semakin mudah diakses dan menjadi bagian dari budaya pencegahan di lingkungan kerja,” kata Anna.

Dukungan terhadap penguatan deteksi dini juga diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. DIY memperoleh alokasi alat Near Patient Point of Care Testing (NP POCT) untuk 121 puskesmas guna memperkuat kapasitas deteksi dini dan pemeriksaan laboratorium.

Selain alat tersebut, Kemenkes juga mendistribusikan bahan medis habis pakai (BMHP) untuk mendukung skrining sejumlah penyakit. Di antaranya penyakit hati, kanker leher rahim, stroke, diabetes, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.

Dukungan alat dan bahan medis tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan yang sama sebagai bagian dari upaya memperluas akses pemeriksaan dan deteksi dini kesehatan masyarakat di DIY.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....